Perombakan Kabinet Dinilai Masih Menunjukkan Politik Transaksional

Rabu, 23 Desember 2020 - 17:10 WIB
Pada Selasa (22/12/2020), Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin merombak kabinet. Pengamat politik Anang Sujoko memprediksi menteri-menteri baru dapat menjawab tantangan kerja yang berat.

"Terutama melihat orang baru seperti Risma (Tri Rismaharini) dengan prestasinya di Surabaya, mungkin akan bisa meng-handle jauh lebih baik dibandingkan menteri sebelumnya," kata Anang Sujoko saat dihubungi SINDOnews, Rabu (23/12/2020).

Nama baru kabinet adalah Sandiaga Salahuddin Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), M Luthfi (Menteri Perdagangan), Yaqut Cholil Qoumas (Menteri Agama), Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan), Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan).

"Sandiaga sudah punya background sebagai cawapres. Inia da Luthfi dan lain-lain dalam porsi terbatas tertentu ini masih menunjukkan politik transaksional. Ini masih melanjutkan awal pembentukan kabinet, yakni bagi-bagi ke parpol," tuturnya.

Di sisi lain, dosen Universitas Brawijaya itu menilai nama-nama baru itu mampu memberikan kredibilitas terhadap kabinet Jokowi-Ma'ruf. "Memang diharapkan mampu melakukan gebrakan-gebrakan. Kemungkinan akan bisa menjawab keraguan pada kemampuan kabinet," tegasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!