Silang Pendapat Antara Ridwan Kamil-Mahfud MD Dianggap Miskomunikasi Akut
Kamis, 17 Desember 2020 - 08:04 WIB
Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (SUDRA) Fadhli Harahab menilai apa yang dinyatakan Ridwan Kamil merupakan kekecewaan yang membuncah lantaran ketidaktegasan aturan. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sempat meluapkan kekesalannya terhadap Menko Polhukam, Mahfud MD lantaran dinilai menjadi sumber kegaduhan yang terjadi pasca pulangnya Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS).
Ridwan mengatakan, polemik Habib Rizieq berlarut-larut karena dipicu pernyataan Mahfud MD yang mengizinkan penjemputan Habib Rizieq sepanjang tertib dan damai. Akibat statement itu menimbulkan pemahaman berbeda dari ribuan pendukung Habib Rizieq hingga menimbulkan kerumunan yang luar biasa. (Baca juga: Ridwan Kamil Kritisi Menko Polhukam, TB Hasanuddin Bela Mahfud MD)
Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (SUDRA) Fadhli Harahab menilai apa yang dinyatakan Ridwan Kamil merupakan kekecewaan yang membuncah lantaran ketidaktegasan aturan.
"Ini bentuk kekecewaan yang lama terpendam baru keluar sekarang. Memuncak setelah dia diperiksa kepolisian," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Kamis (17/12/2020).
Ridwan mengatakan, polemik Habib Rizieq berlarut-larut karena dipicu pernyataan Mahfud MD yang mengizinkan penjemputan Habib Rizieq sepanjang tertib dan damai. Akibat statement itu menimbulkan pemahaman berbeda dari ribuan pendukung Habib Rizieq hingga menimbulkan kerumunan yang luar biasa. (Baca juga: Ridwan Kamil Kritisi Menko Polhukam, TB Hasanuddin Bela Mahfud MD)
Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (SUDRA) Fadhli Harahab menilai apa yang dinyatakan Ridwan Kamil merupakan kekecewaan yang membuncah lantaran ketidaktegasan aturan.
"Ini bentuk kekecewaan yang lama terpendam baru keluar sekarang. Memuncak setelah dia diperiksa kepolisian," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Kamis (17/12/2020).
Lihat Juga :