TNI AD Akui Hadapi Ratusan Serangan Siber Setiap Hari
Rabu, 09 Desember 2020 - 15:46 WIB
Pusat Sandi dan Siber Angkatan Darat (Pussansiad) TNI Angkatan Darat (AD) mencatat serangan siber khusus ke TNI AD bisa mencapai 200 hingga 300 serangan setiap hari. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Serangan siber di era teknologi digital saat ini terus meningkat, baik intensitas maupun frekeunsinya. Bahkan, serangan siber juga berpotensi menganggu kegiatan strategis suatu negara.
Pusat Sandi dan Siber Angkatan Darat (Pussansiad) TNI Angkatan Darat (AD) mencatat serangan siber khusus ke TNI AD dalam satu hari bisa mencapai 200 hingga 300 serangan.
“Dalam satu hari itu kita bisa mendapatkan sekitar 200 sampai 300 serangan per hari. Kemudian, kita antisipasi itu kan ancaman yang bersifat umum general. Ini khusus untuk TNI AD,” ungkap Komandan Pusat Sandi dan Siber Angkatan Darat (Danpussansiad) Brigjen TNI, Iroth Sonny Edhie di sela acara final Kompetisi Komunitas Siber TNI AD di Ballroom Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (9/12/2020). (Baca juga: Panglima TNI Bersama Plt Menhan Amerika Tingkatkan Kerja Sama Siber dan Alutsista )
Iroth menjelaskan, serangan siber kepada TNI AD ini juga bermacam-macam sifatnya, salah satunya bersifat targeted. “Kemudian juga ancaman yang bersifat targeted. Tapi kita selalu antisipasi penguatan pertahanan siber itu,” katanya.
Pusat Sandi dan Siber Angkatan Darat (Pussansiad) TNI Angkatan Darat (AD) mencatat serangan siber khusus ke TNI AD dalam satu hari bisa mencapai 200 hingga 300 serangan.
“Dalam satu hari itu kita bisa mendapatkan sekitar 200 sampai 300 serangan per hari. Kemudian, kita antisipasi itu kan ancaman yang bersifat umum general. Ini khusus untuk TNI AD,” ungkap Komandan Pusat Sandi dan Siber Angkatan Darat (Danpussansiad) Brigjen TNI, Iroth Sonny Edhie di sela acara final Kompetisi Komunitas Siber TNI AD di Ballroom Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (9/12/2020). (Baca juga: Panglima TNI Bersama Plt Menhan Amerika Tingkatkan Kerja Sama Siber dan Alutsista )
Iroth menjelaskan, serangan siber kepada TNI AD ini juga bermacam-macam sifatnya, salah satunya bersifat targeted. “Kemudian juga ancaman yang bersifat targeted. Tapi kita selalu antisipasi penguatan pertahanan siber itu,” katanya.
Lihat Juga :