Duet Prabowo-AHY Penuhi Syarat Nyapres 2024, tapi Tidak Menarik

Senin, 30 November 2020 - 08:42 WIB
(Baca juga: Ada Gonjang-ganjing, Pemimpin Militer Bisa Dirindukan Jelang 2024 ).

Tapi, kata Refly, duet ini tidak menarik karena dua-duanya berasal dari unsur militer. "Walaupun sebenarnya bisa jadi, hal itu masih tetap bisa diperhitungkan. Tapi jangan lupa, Prabowo santer diperkirakan akan menggaet Puan Maharani. Atau digaet oleh PDIP untuk dipasangkan dengan Puan Maharani, tetapi Prabowo tetap sebagai calon presiden, dengan catatan elektabilitas Ganjar (Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo) tidak meroket sendirian di atas," jelas Refly.

Refly menambahkan, jika presidential threshold tidak dihilangkan, para tokoh militer hanya akan indah dibicarakan dan menjadi etalase. Dia pun membayangkan hanya akan ada tiga pasangan calon presiden-calon wakil presiden. Prabowo- Puan Maharani yang diusung PDIP-Gerindra, Gatot Nurmantyo-Anies Baswedan atau Anies Baswedan -Gatot Nurmantyo yang diusung Nasdem dan PKS, serta Ganjar Pranowo- Airlangga Hartarto yang dicalonkan Partai Golkar dengan mengajak PKB, PAN, atau PPP.

(Baca juga: Prabowo dan AHY Diuntungkan karena Punya Kendaraan Politik ).

"Tapi yang jelas, kalau saya menginginkan agar mereka-mereka yang potensial itu bisa berkompetisi secara sehat, secara fair, dengan dihilangkannya presidential threshold. Sehingga nanti kita punya lima atau enam calon presiden yang keren-keren dan debat calon presidennya jauh lebih menarik dibandingkan debat calon presiden di dua perhelatan terakhir," pungkas Refly.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!