Pemerintah Bakal Andalkan TI, Muncul Usulan PNS Gaptek Dipensiunkan Dini

Jum'at, 20 November 2020 - 16:33 WIB
Pengamat kebijakan public Trubus Rahadiansyah mengusulkan PNS yang gagap teknologi dipensiunkan dini untuk mempercepat transformasi pelayanan publik secara digital. Foto/dok.SINDOnews
JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpanrb) untuk mengurangi jumlah pegawai negeri sipil ( PNS ). Pemerintah akan beralih mengandalkan teknologi informasi (TI) untuk meningkatkan pelayanan publik .

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah mengatakan sebenarnya hal itu merupakan wacana lama. Bahkan selama pandemi Covid-19, semua pekerja dan PNS telah mulai membiasakan diri bekerja dari rumah dengan memanfaatkan TI.



“Oleh karena itu, kebijakan pengurangan PNS ini sangat tepat dimulai sekarang. Kalau bisa, bukan hanya di kementerian dan lembaga. Akan tetapi, di daerah juga karena PNS banyak di sana,” ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Jumat (20/11/2020).

(Baca: Anggaran Siap, Rekrutmen 1 Juta CPNS Segera Dibuka)

Menpanrb Tjahjo Kumolo sebelumnya menjelaskan skema pengurangan PNS dilakukan dengan tidak menambah banyak kuota penerimaan PNS. Misalnya, yang pensiun 10 orang, maka penambahannya tidak akan sampai sebanyak itu.

Trubus memberikan usul yang lebih ekstrem untuk mengurangi PNS, yakni program pensiun dini. Karena sekarang pekerjaan mengandalkan TI, para PNS yang gagap teknologi (gaptek) dipensiunkan dini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!