Menteri Abdul Halim Tegaskan Urgensi Desa Peduli Anak
Rabu, 11 November 2020 - 18:16 WIB
Menteri Abdul Halim Iskandar dalam konferensi pers Rabu (11/11/2020), menegaskan pentingnya perhatian dan kasih sayang keluarga dan lingkungan bagi anak-anak
JAKARTA - Perkembangan anak merupakan ukuran yang paling akurat untuk menilai kemajuan suatu masyarakat. Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar dalam konferensi pers ‘Desa Ramah Perempuan dan Desa Peduli Anak’ secara virtual, Rabu (11/11/2020), menegaskan bahwa begitu pentingnya perhatian dan kasih sayang keluarga dan lingkungan bagi anak-anak dalam membentuk masa dewasa mereka kelak.
“Keberadaan Desa Peduli Anak itu sangat mendesak karena anak yang berumur setahun dan balita sangat rentan terhadap lingkungan yang buruk. Kesuksesan melewati masa anak-anak pada hakikatnya mengabarkan tentang keberhasilan masyarakat dan lingkungannya,” kata pria yang akrab disapa Gus Menteri ini.
Manfaat Desa Peduli Anak baru dirasakan masyarakat belasan tahun kemudian ketika anak menjadi dewasa. Dengan demikian kondisi anak desa saat ini meramalkan keberlanjutan masyarakat desa kelak. “Kepedulian desa terhadap anak terangkum dalam tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa,” kata Gus Menteri.
Saat ini kondisi anak dari sisi imuniasi lengkap, anak dari keluarga golongan 40% terbawah yang berumur 1-2 tahun di kota dan di desa masing-masing 53,77 % dan 51,81%. Hal ini memperlihatkan bahwa kesehatan anak-anak dari keluarga miskin telah rentan sejak awal kehidupannya. “Kondisi kesehatan anak-anak miskin di desa mirip dengan di kota. Sedangkan pemberian asi eksklusif di kota dan di desa tidak berbeda antara bayi laki dan bayi perempuan. Namun masih tergolong kurang,” papar Gus Menteri.
“Keberadaan Desa Peduli Anak itu sangat mendesak karena anak yang berumur setahun dan balita sangat rentan terhadap lingkungan yang buruk. Kesuksesan melewati masa anak-anak pada hakikatnya mengabarkan tentang keberhasilan masyarakat dan lingkungannya,” kata pria yang akrab disapa Gus Menteri ini.
Manfaat Desa Peduli Anak baru dirasakan masyarakat belasan tahun kemudian ketika anak menjadi dewasa. Dengan demikian kondisi anak desa saat ini meramalkan keberlanjutan masyarakat desa kelak. “Kepedulian desa terhadap anak terangkum dalam tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa,” kata Gus Menteri.
Saat ini kondisi anak dari sisi imuniasi lengkap, anak dari keluarga golongan 40% terbawah yang berumur 1-2 tahun di kota dan di desa masing-masing 53,77 % dan 51,81%. Hal ini memperlihatkan bahwa kesehatan anak-anak dari keluarga miskin telah rentan sejak awal kehidupannya. “Kondisi kesehatan anak-anak miskin di desa mirip dengan di kota. Sedangkan pemberian asi eksklusif di kota dan di desa tidak berbeda antara bayi laki dan bayi perempuan. Namun masih tergolong kurang,” papar Gus Menteri.
Lihat Juga :