Gatot Nurmantyo Diberi Bintang Mahaputera, Pemuda Muhammadiyah Berharap Tercipta Situasi Sejuk
Kamis, 05 November 2020 - 07:07 WIB
Gatot Nurmantyo saat Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2020). Foto/Dok SINDOnews
JAKARTA - Ketua Bidang Hukum dan HAM PP Pemuda Muhammadiyah Razikin menilai, rencana pemberian gelar Bintang Mahaputera kepada mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo oleh Presiden Jokowi dinilai hal biasa.
Menurut Razikin, gelar tersebut juga diberikan kepada banyak para mantan Menteri dan mantan Panglima TNI. Dia melihat, meski berseberangan dengan Pemerintah, Gatot tetap mendapatkan gelar Bintang Mahaputera .
"Itu mencerminkan bahwa perbedaan pandangan dan sikap politik tidak menjadi hambatan bagi Presiden Jokowi untuk memberikan penghormatan dan tanda jasa kepada Pak Gatot ," kata Razikin saat dihubungi SINDOnews, Kamis (5/11/2020).
(Baca juga: Gatot Nurmantyo Bakal Dianugerahi Bintang Mahaputera, Deklarator KAMI Anggap Wajar ).
Di sisi lain, Razikin juga melihat ada pihak yang memaknai pemberian gelar itu sebagai upaya penjinakan politik, mengingat Gatot sebagai petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang belakangan ini cukup berbeda dengan Pemerintah Jokowi.
Menurut Razikin, gelar tersebut juga diberikan kepada banyak para mantan Menteri dan mantan Panglima TNI. Dia melihat, meski berseberangan dengan Pemerintah, Gatot tetap mendapatkan gelar Bintang Mahaputera .
"Itu mencerminkan bahwa perbedaan pandangan dan sikap politik tidak menjadi hambatan bagi Presiden Jokowi untuk memberikan penghormatan dan tanda jasa kepada Pak Gatot ," kata Razikin saat dihubungi SINDOnews, Kamis (5/11/2020).
(Baca juga: Gatot Nurmantyo Bakal Dianugerahi Bintang Mahaputera, Deklarator KAMI Anggap Wajar ).
Di sisi lain, Razikin juga melihat ada pihak yang memaknai pemberian gelar itu sebagai upaya penjinakan politik, mengingat Gatot sebagai petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang belakangan ini cukup berbeda dengan Pemerintah Jokowi.
Lihat Juga :