Kecam Saja Tak Cukup, Indonesia Perlu Jadi Komunikator Pemahaman Dunia soal Islam
Minggu, 01 November 2020 - 16:12 WIB
Pemerintah Indonesia dinilai bisa berperan lebih dengan menjadi komunikator pemahaman Islam kepada para pemimpin dunia. Foto/dok.SINDOnews
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam keras pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina Islam. Pernyataan itu disampaikan Macron menyikapi pembunuhan oleh seorang muslim kelahiran Rusia, Abdullah Anzurov terhadap seorang guru bernama Samuel Patty karena menunjukkan karikatur Nabi Muhammad SAW yang diambilnya dari Majalah Satir Charlie Hebdo dengan dalih mengajarkan kebebasan berekspresi.
Ketua Fraksi Golkar MPR Idris Laena mengatakan, ada tiga poin utama dari kronologi kejadian di Prancis, yaitu kebebasan berekspresi yang kebablasan. Tindakan kekerasan yang sama sekali tidak pernah dibenarkan agama manapun, dan menghina agama lain dengan dikaitkan tindak terorisme.
"Sebetulnya tragedi demi tragedi yang muncul akibat masalah seperti di atas sudah sering terjadi. Namun kali ini mendapat perhatian luas karena seorang Presiden dari negara maju bernama Immanuel Macron menyikapi dengan emosional yang justru cenderung menghina agama lain," katanya, Minggu (1/11/2020).
(Baca: Kecam Macron, Romo Benny: Jangan Manipulasi Kebebasan Berekspresi untuk Hina Agama)
Ketua Fraksi Golkar MPR Idris Laena mengatakan, ada tiga poin utama dari kronologi kejadian di Prancis, yaitu kebebasan berekspresi yang kebablasan. Tindakan kekerasan yang sama sekali tidak pernah dibenarkan agama manapun, dan menghina agama lain dengan dikaitkan tindak terorisme.
"Sebetulnya tragedi demi tragedi yang muncul akibat masalah seperti di atas sudah sering terjadi. Namun kali ini mendapat perhatian luas karena seorang Presiden dari negara maju bernama Immanuel Macron menyikapi dengan emosional yang justru cenderung menghina agama lain," katanya, Minggu (1/11/2020).
(Baca: Kecam Macron, Romo Benny: Jangan Manipulasi Kebebasan Berekspresi untuk Hina Agama)
Lihat Juga :