Boni Hargens: Sumpah Pemuda Sakral, Hindari Aksi Anarkistis

Senin, 26 Oktober 2020 - 21:58 WIB
"Jaringan terorisme itu berbasis internasional. Itu musuh yang kelihatan. Dominasi pasar dan penguasaan infrastruktur digital seperti over the top (OTT) masih dihantui kekuatan asing. Kita bisa menyebutnya 'kolonialisme digital' di zaman modern. Tetapi itulah contoh tantangan yang harus dihadapi bangsa Indonesia hari ini dan di masa depan," tuturnya. (Baca juga: Terdakwa Kasus Jiwasraya Benny Tjokro Divonis Seumur Hidup )

Untuk itu, kata Boni, perlu ketangguhan dan kesiapan generasi muda dalam menghadapi perkembangan era kekinian. Kaum muda harus berjuang mengembangkan potensi dan kompetensi di bidang keilmuan dan keterampilan.

"Begitulah cara kita mengisi kemerdekaan dan “menjadi Indonesia” di jaman modern," ujar lulusan Universitas Walden Amerika Serikat ini.

Dia juga mengajak untuk menghindari berbagai provokasi politik dan hasutan untuk melakukan anarkisme dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.

Hindari juga, lanjut Boni, kebiasaan hoaks dalam berpendapat di dunia maya. Generasi muda harus menjadi yang terdepan dalam membangun narasi positif dan rasional di ruang publik.

"Saya mendengar ada desas-desus, kelompok oposisi jalanan ingin kembali melakukan aksi protes menolak UU Omninus Law Cipta Kerja pada peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020. Aksi massa itu memang bagian dari partisipasi politik dalam demokrasi. Namun, hindari anarkisme sebagaimana dalam aksi 8 Oktober dan 13 Oktober pada paruh pertama bulan ini. Semua itu tidak mencerminkan kedewasaan dalam berdemokrasi dan hanya merusak citra kaum muda sendiri," tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!