Ini Upaya Ditjen SDA untuk Meminimalisir Banjir di Jakarta
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 14:27 WIB
Ini Upaya Ditjen SDA untuk Meminimalisir Banjir di Jakarta
Pemerintah memastikan, kebutuhan air warganya terpenuhi serta meminimalisir dampak . Oleh karena itu, melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) merumuskan dan melaksanakan kebijakan di bidang pengelolaan sumber daya air yang terpadu dan berkelanjutan.
Hal ini diejawantahkan dalam beberapa pilar yaitu konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak untuk meminimalir dampak yang diakibatkan bencana, salah satunya banjir yang terjadi di Jakarta dan Jawa Barat.
Sejumlah hal yang dilakukan Ditjen SDA, yakni membangun dua bendungan kering pertama di Indonesia, yaitu Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi yang dikerjakan oleh BBWS Ciliwung Cisadane. Saat ini kedua bendungan yang terletak di Bogor tersebut masih dalam tahap pembangunan.
Bendungan Ciawi dibangun dengan kapasitas tampung 6,05juta m3 dengan debit banjir 111,75 m3/detik dan luas genangan sebesar 39,40 hektar. Sementara Bendungan Sukamahi memiliki kapasitas tampung 1,68juta m3 dengan debit banjir 15,47 m3/detik.
Hal ini diejawantahkan dalam beberapa pilar yaitu konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, dan pengendalian daya rusak untuk meminimalir dampak yang diakibatkan bencana, salah satunya banjir yang terjadi di Jakarta dan Jawa Barat.
Sejumlah hal yang dilakukan Ditjen SDA, yakni membangun dua bendungan kering pertama di Indonesia, yaitu Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi yang dikerjakan oleh BBWS Ciliwung Cisadane. Saat ini kedua bendungan yang terletak di Bogor tersebut masih dalam tahap pembangunan.
Bendungan Ciawi dibangun dengan kapasitas tampung 6,05juta m3 dengan debit banjir 111,75 m3/detik dan luas genangan sebesar 39,40 hektar. Sementara Bendungan Sukamahi memiliki kapasitas tampung 1,68juta m3 dengan debit banjir 15,47 m3/detik.
Lihat Juga :