Kemenparekraf Siapkan Daerah Hadapi Tren Baru Wisata

Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:27 WIB
Ari yang merangkap Jubir Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengungkapkan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi telah menyampaikan saat ini sudah ada kesepakatan dengan Singapura. Namun, pembukaan pintu gerbang udara antara kedua negara hanya sebatas untuk keperluan bisnis dan dinas. Belum dibuka untuk liburan dan wisata.

Sementara Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melakukan lobi dan pembicaraan dengan berbagai negara, Kemenparekraf menyiapkan daerah-daerah wisata . Hal ini agar ketika ada negara yang setuju melakukan travel bubble, Indonesia sudah siap. Ari menjelaskan pihaknya telah meluncurkan program We Love Bali.

"Bali tetap jadi potensi utama karena dalam berbagai survei top of mine dari wisatawan luar negeri tetap bali. Kemudian daerah lain, seperti Danau Toba, Lombok, dan Raja Ampat. Namun, top of mine masih bali. Itu kenapa Bali coba kita persiapkan bagaimana bisa segera siap apabila memang dalam waktu dekat (dibuka)," ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Rabu malam (21/10/2020).

Kemenparekraf mendorong para pelaku pariwisata menerapkan cleanliness, health, safety, dan environment sustainability (CHSE) atau kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan hidup. Kemenparekraf akan memberikan sertifikat bagi pelaku usaha yang telah menjalankan CHSE.

Ari menuturkan tujuan penerapan CHSE ini agar para pelaku dan daerah wisata mendapatkan kepercayaan dari publik. Apalagi setelah pandemi Covid-19, tren wisata diprediksi akan berubah. Para pelancong baik mancanegara maupun domestik akan berhati-hati dalam melakukan perjalanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!