Komisi II DPR Kembali Ingatkan Aman COVID-19 Jadi Faktor Kesuksesan Pilkada
Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:10 WIB
"Kita punya benchmark sebetulnya di tahun 2019 kan rata-rata (partisipasi) 83 persen secara nasional, walaupun enggak bisa kita bandingkan apple to apple karena antusiasme masyarakat terhadap Pilpres lebih tinggi dibandingkan Pilkada. Namun saya kira target 77 persen itu realistis, tetapi juga harus didukung oleh kerja keras kita semua," terang Doli.
Karena itu, Doli selalu menekankan bahwa partisipasi pemilih ini bukan hanya dibebankan kepada penyelenggara saja dalam hal ini KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Tetapi bagaimana pemerintah daerah (pemda) juga mampu meyakinkan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan nyaman.
"Masyarakat merasa bahwa TPS itu tempat yang bersih dan aman. Itu juga perlu ada sosialisasi," sambung Legislator Dapil Sumatera Utara III itu.
Karena itu, dia menambahkan penyelenggaraan Pilkada di tengah pandemi COVID-19 dilakukan dengan menerapkan adaptasi terhadap kebiasaan-kebiasaan baru. Salah satunya penerapan protokol kesehatan yang ketat, agar tidak terjadi penyebaran COVID-19, sehingga kualitas pilkada tetap terjaga dan masyarakat aman. Dan aman dari COVID-19 menjadi syarat yang tidak terpisahkan, bukan hanya penyelenggara dan peserta pilkada, tapi juga seluruh masyarakat. (Baca juga: 3 Hal ini Masih Warnai Masa Kampanye Pilkada 2020)
"Sukses yang ketiga adalah jika semua tahapan berjalan dengan baik dan tingkat partisipasi tinggi, tetapi kita semua harus selamat dan aman, baik pemilih maupun penyelenggaranya,” tandasnya.
Karena itu, Doli selalu menekankan bahwa partisipasi pemilih ini bukan hanya dibebankan kepada penyelenggara saja dalam hal ini KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Tetapi bagaimana pemerintah daerah (pemda) juga mampu meyakinkan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan nyaman.
"Masyarakat merasa bahwa TPS itu tempat yang bersih dan aman. Itu juga perlu ada sosialisasi," sambung Legislator Dapil Sumatera Utara III itu.
Karena itu, dia menambahkan penyelenggaraan Pilkada di tengah pandemi COVID-19 dilakukan dengan menerapkan adaptasi terhadap kebiasaan-kebiasaan baru. Salah satunya penerapan protokol kesehatan yang ketat, agar tidak terjadi penyebaran COVID-19, sehingga kualitas pilkada tetap terjaga dan masyarakat aman. Dan aman dari COVID-19 menjadi syarat yang tidak terpisahkan, bukan hanya penyelenggara dan peserta pilkada, tapi juga seluruh masyarakat. (Baca juga: 3 Hal ini Masih Warnai Masa Kampanye Pilkada 2020)
"Sukses yang ketiga adalah jika semua tahapan berjalan dengan baik dan tingkat partisipasi tinggi, tetapi kita semua harus selamat dan aman, baik pemilih maupun penyelenggaranya,” tandasnya.
(kri)
Lihat Juga :