Pengamat Sebut Tak Ada Aktor Tunggal di Balik Demo UU Cipta Kerja

Rabu, 14 Oktober 2020 - 20:50 WIB
Gelombang demonstrasi besar-besaran menolak pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja terus berlanjut di sejumlah daerah di Tanah Air. Foto/SINDOnews/Sutikno
JAKARTA - Gelombang demonstrasi besar-besaran menolak pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja terus berlanjut di sejumlah daerah di Tanah Air. Pengamat menilai, ada tiga kelompok di balik unjuk rasa terutama yang berujung pada perusakan fasilitas umum dan serangan terhadap aparat.

(Baca juga: Update Corona: 344.749 Positif, 267.851 Sembuh, 12.156 Meninggal)



Pengamat intelijen dan keamanan Universitas Indonesia Stanislaus Riyanta mengatakan, tidak ada aktor tunggal yang menggerakkan massa untuk turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

(Baca juga: Pengaruh Covid-19 pada Psikologi dan Kesehatan Jiwa di Masyarakat)

"Kalau saya melihat dari apa yang terjadi saat ini, tidak ada aktor tunggal yang menjadi penyebab unjuk rasa, terutama yang melalukan kekerasan dan serangan kepada aparat, itu bukan aktor tunggal," kata Stanislaus, Rabu (14/10/2020).

Stanislaus meyebutkan, kelompok pertama adalah mahasiswa dan buruh yang murni menyuarakan penolakan UU Cipta Kerja. Sedangkan, kelompok kedua adalah para pelajar dan masyarakat yang ikut-ikutan, karena terpropaganda oleh informasi di media sosial.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!