Satgas COVID-19: Budaya Bermasker Harus Dimulai dari Sadar Bahaya Virus Corona
Rabu, 14 Oktober 2020 - 18:22 WIB
“Karena kita paham, dengan kesadaran penuh tidak terpaksa lagi menggunakan masker. Misalnya, gunakan masker karena takut didenda. Jadi kita tidak perlu lagi seperti itu,” jelasya.
Masyarakat harus tahu bahwa virus SARS Cov-2 yang menyebabkan COVID-19 sangat mudah menular ke sel tubuh manusia. Hal itu dikuatnya dengan data hingga 11 Oktober 2020, kasus positif sudah mencapai hampir mencapai 18 juta. Khusus di Indonesia, kasusnya sudah menembus 333 ribu dengan jumlah kematian mencapai hampir 12 ribu orang.
Terlebih lagi, COVID-19 memiliki keunikan lantaran yang terpapar belum tentu langsung mengalami gejala seperti halnya influenza. Gejala tersebut bisa muncul beberapa hari berikutnya. Di sisi lain, flu bisa sembuh dengan sendirinya melalui istirahat yang cukup dan mengonsumsi makanan yang sehat.
“Bedanya dengan COVID-19, ada yang memang tanpa gejala, ada yang dengan gejala ringan, dan ada juga dengan gejala berat sampai dengan kematian,” imbuh dokter spesialis di Departemen Ilmu Penyakit Dalam, FK UGM itu.
Terkait penggunaan masker, Ika menjelaskan bahwa penyebaran virus bisa terjadi karena kontak erat dengan orang yang sudah terpapar. Umumnya, percikan yang keluar dari hidung maupun mulut penderita COVID-19 akan mengeluarkan partikel kecil (droplet) yang bisa terbawa di udara dan mudah terhirup.
Masyarakat harus tahu bahwa virus SARS Cov-2 yang menyebabkan COVID-19 sangat mudah menular ke sel tubuh manusia. Hal itu dikuatnya dengan data hingga 11 Oktober 2020, kasus positif sudah mencapai hampir mencapai 18 juta. Khusus di Indonesia, kasusnya sudah menembus 333 ribu dengan jumlah kematian mencapai hampir 12 ribu orang.
Terlebih lagi, COVID-19 memiliki keunikan lantaran yang terpapar belum tentu langsung mengalami gejala seperti halnya influenza. Gejala tersebut bisa muncul beberapa hari berikutnya. Di sisi lain, flu bisa sembuh dengan sendirinya melalui istirahat yang cukup dan mengonsumsi makanan yang sehat.
“Bedanya dengan COVID-19, ada yang memang tanpa gejala, ada yang dengan gejala ringan, dan ada juga dengan gejala berat sampai dengan kematian,” imbuh dokter spesialis di Departemen Ilmu Penyakit Dalam, FK UGM itu.
Terkait penggunaan masker, Ika menjelaskan bahwa penyebaran virus bisa terjadi karena kontak erat dengan orang yang sudah terpapar. Umumnya, percikan yang keluar dari hidung maupun mulut penderita COVID-19 akan mengeluarkan partikel kecil (droplet) yang bisa terbawa di udara dan mudah terhirup.
Lihat Juga :