Tudingan Prabowo Asing Biayai Demo UU Cipta Kerja Bisa Bikin Investor Takut
Rabu, 14 Oktober 2020 - 17:06 WIB
Dikatakan Arief, sangat tidak masuk akal kalau asing ikut membiayai aksi rusuh penolakan UU Ciptaker, sedangkan Omnibus Law UU Ciptaker dibuat karena adanya masukan dari investor asing yang selama ini merasa iklim investasi di Indonesia, peraturan dan UU-nya tumpang tindih dan memrlukan birokrasi panjang untuk mereka menanamkan modalnya di Indonesia. "Seperti perizinan yang tumpang tindih dan panjang yang menyuburkan pungutan-pungutan liar, tapi punya kekuatan hukum," katanya.
Sebelumnya, Prabowo menyebut ada pihak yang ingin menciptakan kekacauan dalam momen unjuk rasa yang lalu. (Baca juga: Soal Aktor Intelektual Demo UU Ciptaker, Arief Poyuono Beda Pendapat dengan Prabowo )
Menurutnya, banyak sekali pendemo kemarin yang belum memahami secara utuh apa yang tertuang dalam UU Cipta Kerja tersebut. Bahkan, dia melihat banyak bertebaran berita bohong atau hoaks yang menyebut seolah-olah UU Cipta Kerja ini merugikan kepentingan rakyat secara luas.
"Saya ingin memberi peringatan hoaks ini berarti ada yang ingin menciptakan kekacauan," kata Prabowo dalam wawancara eksklusifnya yang dipublikasikan DPP Partai Gerindra, Senin (12/10/2020).
Mantan Danjen Kopassus TNI menuding bahwa aksi yang berakhir ricuh ini ditunggangi oleh kepentingan yang berasal dari luar negeri yang sengaja ingin menciptakan persitiwa tersebut terjadi.
Sebelumnya, Prabowo menyebut ada pihak yang ingin menciptakan kekacauan dalam momen unjuk rasa yang lalu. (Baca juga: Soal Aktor Intelektual Demo UU Ciptaker, Arief Poyuono Beda Pendapat dengan Prabowo )
Menurutnya, banyak sekali pendemo kemarin yang belum memahami secara utuh apa yang tertuang dalam UU Cipta Kerja tersebut. Bahkan, dia melihat banyak bertebaran berita bohong atau hoaks yang menyebut seolah-olah UU Cipta Kerja ini merugikan kepentingan rakyat secara luas.
"Saya ingin memberi peringatan hoaks ini berarti ada yang ingin menciptakan kekacauan," kata Prabowo dalam wawancara eksklusifnya yang dipublikasikan DPP Partai Gerindra, Senin (12/10/2020).
Mantan Danjen Kopassus TNI menuding bahwa aksi yang berakhir ricuh ini ditunggangi oleh kepentingan yang berasal dari luar negeri yang sengaja ingin menciptakan persitiwa tersebut terjadi.
(abd)
Lihat Juga :