Presidential Threshold Dihapus, Gatot Nurmantyo dan Moeldoko Bisa Nyapres

Senin, 05 Oktober 2020 - 16:01 WIB
(Baca juga: Diberi Kejutan oleh Kapolri, Panglima TNI Terharu ).

Refly mengatakan, kita membutuhkan calon yang berkualitas yang ditempa dan menempuh cara-cara yang terbuka dan demokratis. "Bukan dengan kegiatan percukongan, bukan dengan membeli partai politik, bukan dengan vote buying."

Dia pun berharap hakim MK mendengarkan ini. "Argumentasi konstitusional bisa disajikan. Tapi kalau mereka tidak memiliki niat untuk menghapuskan itu, tidak ada gunanya. Karena seribu alasan untuk menolak pun bisa ada," katanya.

(Baca juga: Selamat Jalan Mas Edi...Kebaikanmu Akan Selalu Kami Kenang ).

Refly mengulangi, dia mendukung siapa pun yang berambisi menjadi presiden RI. Syaratnya, harus melalui kompetisi yang fair dan terbuka, bukan karena rekayasa presidential threshold. "Kita doakan semoga jebol yang namanya presidential threshold," ujar pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, 26 Januari 1970 ini.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!