Elektabilitas Tak Genap 5%, Bagaimana Peluang Gatot dan Moeldoko di 2024?
Minggu, 04 Oktober 2020 - 10:56 WIB
Karyono menganggap, Gatot lebih bebas untuk bermanuver tanpa beban psikologis karena di luar pemerintahan. Namun demikian, baik Gatot maupun Moeldoko jika dilihat dari aspek elektabilitas masih sangat rendah. Elektabilitas kedua figur mantan panglima TNI tersebut masih belum sampai 5 persen.
Elektabilitas Gatot menurut hasil survei Indikator Poltik Indonesia pada Juli 2020 baru 1,4 persen. Elektabilitas Gatot untuk sementara masih tertinggal jauh dibanding tokoh lain seperti Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Agus Harimurti Yudhoyono, Khofiffah Indarparawangsa, Tri Rismaharini.
Menurutnya, peluang Gatot dan Moeldoko dalam kontestasi pilpres yang akan datang masih sangat kecil. Selain harus bersaing dengan tokoh-tokoh sipil, Gatot dan Moeldoko harus bersaing dengan sesama figur dari latar belakang militer. Peluang kemenangan Gatot dan Moeldoko masih jauh di bawah Prabowo.
(Baca: Peringatan Moeldoko untuk Purnawirawan Mengarah ke Gatot Nurmantyo)
"Bahkan di bawah AHY juniornya di TNI yang masih muda belia. Padahal salah satu untuk mendapatkan dukungan partai adalah modal popularitas dan elektabilitas. Untuk meningkatkan peluang kemenangan tidak cukup bermodalkan popularitas saja tetapi harus memiliki modal sosial, akseptabilitas dan elektabilitas yang memadai," ujar dia.
Sementara itu, kata Karyono, apa yang dilakukan Gatot dalam beberapa tahun dengan memilih jalan kontroversi tentu akan mendongkrak popularitas Gatot. Tapi yang perlu diperhatikan adalah seberapa besar sentimen positif dan negatif. Jika sentimen positif lebih besar maka berpotensi meningkatkan akseptabilitas dan elektabilitas.
Elektabilitas Gatot menurut hasil survei Indikator Poltik Indonesia pada Juli 2020 baru 1,4 persen. Elektabilitas Gatot untuk sementara masih tertinggal jauh dibanding tokoh lain seperti Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Agus Harimurti Yudhoyono, Khofiffah Indarparawangsa, Tri Rismaharini.
Menurutnya, peluang Gatot dan Moeldoko dalam kontestasi pilpres yang akan datang masih sangat kecil. Selain harus bersaing dengan tokoh-tokoh sipil, Gatot dan Moeldoko harus bersaing dengan sesama figur dari latar belakang militer. Peluang kemenangan Gatot dan Moeldoko masih jauh di bawah Prabowo.
(Baca: Peringatan Moeldoko untuk Purnawirawan Mengarah ke Gatot Nurmantyo)
"Bahkan di bawah AHY juniornya di TNI yang masih muda belia. Padahal salah satu untuk mendapatkan dukungan partai adalah modal popularitas dan elektabilitas. Untuk meningkatkan peluang kemenangan tidak cukup bermodalkan popularitas saja tetapi harus memiliki modal sosial, akseptabilitas dan elektabilitas yang memadai," ujar dia.
Sementara itu, kata Karyono, apa yang dilakukan Gatot dalam beberapa tahun dengan memilih jalan kontroversi tentu akan mendongkrak popularitas Gatot. Tapi yang perlu diperhatikan adalah seberapa besar sentimen positif dan negatif. Jika sentimen positif lebih besar maka berpotensi meningkatkan akseptabilitas dan elektabilitas.
Lihat Juga :