Respons Moeldoko-Gatot, Pengamat: Tak Masalah Purnawirawan Berpolitik
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 10:55 WIB
Arif berpendapat, soal politik yang ada kepentingan tentu tidak ada gerakan politik yang bebas kepentingan. "Hanya masalahnya, kepentingan apa yang menjadi konsentrasi dari gerakan politiknya?" ujarnya.
Kemudian, dia menanyakan apakah masih dalam koridor dalam membangun bangsa, menjaga NKRI atau sebaliknya. "Kalau berpolitik untuk kepentingan yang konstruktif bagi kemajuan bangsa, sah-sah saja bagi siapa pun, termasuk purnawirawan. Sebaliknya, jika berpolitik untuk kepentingan sempit dan sesaat maka itu wajib dicegah," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Moeldoko menuturkan, sebagai seorang purnawirawan, dirinya selalu saling mengingatkan agar mantan prajurit selalu berpegang teguh pada prinsip. Namun, ketika itu berkaitan dengan urusan politik, ia pun tidak bisa melarang. Pasalnya kata dia, otoritas kembali pada diri masing-masing.
Kemudian, dia menanyakan apakah masih dalam koridor dalam membangun bangsa, menjaga NKRI atau sebaliknya. "Kalau berpolitik untuk kepentingan yang konstruktif bagi kemajuan bangsa, sah-sah saja bagi siapa pun, termasuk purnawirawan. Sebaliknya, jika berpolitik untuk kepentingan sempit dan sesaat maka itu wajib dicegah," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Moeldoko menuturkan, sebagai seorang purnawirawan, dirinya selalu saling mengingatkan agar mantan prajurit selalu berpegang teguh pada prinsip. Namun, ketika itu berkaitan dengan urusan politik, ia pun tidak bisa melarang. Pasalnya kata dia, otoritas kembali pada diri masing-masing.
(maf)
Lihat Juga :