Hotel Hingga Pernikahan Jadi Klaster Baru Covid-19, Ini Kata Epidemiolog
Kamis, 24 September 2020 - 04:36 WIB
Sebelumnya Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah membeberkan klaster baru persebaran Covid-19 di DKI Jakarta yakni klaster hotel, pesantren, hiburan malam dan pernikahan. “Sebenarnya ada beberapa yang baru yang sebelumnya tidak ada klasternya. Contohnya adalah klaster Hotel sudah mulai ada, pesantren ada, hiburan malam ada,” ungkap Dewi
Dimana dari data pada klaster hotel ditemukan sebesar 0,01% atau 3 kasus, pesantren 0,01% atau 4 kasus, hiburan malam 0,01% atau 5 kasus, dan kegiataan pernikahan 0,07% atau 25 kasus. Dicky menambahkan, saat ini Indonesia belum memasuki masa puncak pandemi Covid-19. Walaupun, kasus baru Covid-19 terus bertambah dan semakin tinggi setiap harinya. "Memang untuk menebak kapan puncak pandemi Covid-19 di Indonesia terbilang sulit. Apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan dan memiliki kurva yang beragam. Indonesia belum dalam masa puncak kurva pandeminya. Jadi tempat lain pun juga sulit kapan bisa menebak, kapan tepatnya masa puncak dan Indonesia punya kurva pandemi yang beragam karena kepulauan," imbuhnya.
Diketahui jumlah penambahan kasus baru positif Covid-19 di Indonesia kembali memecahkan rekor. Tercatat pada Rabu 23 September 2020 tercatat 4.465 total kasus baru. Angka tersebut menambah daftar kasus positif Covid-19 di Tanah Air, menjadi 257.388 orang. Bahkan, memecahkan rekor tertinggi sebelumnya pada 21 September 2020, dengan penambahan 4.176 kasus. Jumlah tersebut merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 38.181 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).
Dimana dari data pada klaster hotel ditemukan sebesar 0,01% atau 3 kasus, pesantren 0,01% atau 4 kasus, hiburan malam 0,01% atau 5 kasus, dan kegiataan pernikahan 0,07% atau 25 kasus. Dicky menambahkan, saat ini Indonesia belum memasuki masa puncak pandemi Covid-19. Walaupun, kasus baru Covid-19 terus bertambah dan semakin tinggi setiap harinya. "Memang untuk menebak kapan puncak pandemi Covid-19 di Indonesia terbilang sulit. Apalagi Indonesia merupakan negara kepulauan dan memiliki kurva yang beragam. Indonesia belum dalam masa puncak kurva pandeminya. Jadi tempat lain pun juga sulit kapan bisa menebak, kapan tepatnya masa puncak dan Indonesia punya kurva pandemi yang beragam karena kepulauan," imbuhnya.
Diketahui jumlah penambahan kasus baru positif Covid-19 di Indonesia kembali memecahkan rekor. Tercatat pada Rabu 23 September 2020 tercatat 4.465 total kasus baru. Angka tersebut menambah daftar kasus positif Covid-19 di Tanah Air, menjadi 257.388 orang. Bahkan, memecahkan rekor tertinggi sebelumnya pada 21 September 2020, dengan penambahan 4.176 kasus. Jumlah tersebut merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 38.181 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).
(cip)
Lihat Juga :