Soroti Pelemahan Rupiah hingga Kenaikan Harga Minyak, Hary Tanoesoedibjo: Masyarakat Bawah Paling Terpukul

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:12 WIB
Hary juga menyinggung kenaikan harga minyak dunia yang dinilai memberi tekanan tambahan bagi Indonesia sebagai negara pengimpor bersih minyak. "Harga minyak naik, kemarin 90 dolar, minggu lalu 100 dolar. Dan itu dampaknya besar karena kita net importer," ujarnya.

Menurut Hary, kombinasi pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak akan membuat harga berbagai kebutuhan ikut meningkat karena banyak komponen barang masih bergantung pada impor.

"Dengan kurs yang melemah juga, akibatnya apa? Barang-barang itu mahal. Semua akan kena. Semua lapisan masyarakat akan kena. Mau bangun rumah pasti biayanya lebih tinggi. Barang apa pun juga pasti lebih tinggi harganya karena tiap unsur barang itu ada unsur impor yang dibiayai dengan dolar," tuturnya.

Hary menambahkan, "Jadi semua lapisan masyarakat kena, dan yang paling terpukul tentunya lapisan masyarakat bawah. Ada perubahan sedikit pasti mereka sangat menderita. Itu yang terjadi di Indonesia sekarang."

Karena itu, Hary menilai partai politik harus mengambil peran dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi pengamat atas berbagai persoalan yang terjadi. Menurut Hary, salah satu kebutuhan utama masyarakat saat ini adalah tersedianya lapangan kerja, terutama di tengah perkembangan teknologi yang membuat banyak pekerjaan menjadi lebih efisien.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!