Di Seminar JARI, Para Pakar Kritisi Konstitusi untuk Kemajuan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:23 WIB
seminar nasional bertajuk Meneguhkan Konstitusi Menuju Kemajuan Bangsa, Telaah Terhadap Stabilitas Nasional di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Foto: Istimewa
JAKARTA - Organisasi Masyarakat Jaga Republik Indonesia (JARI) menggelar seminar nasional bertajuk "Meneguhkan Konstitusi Menuju Kemajuan Bangsa, Telaah Terhadap Stabilitas Nasional" di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Sebagai tuan rumah dan Sekretaris Jenderal JARI, Andrianto langsung membuka acara dengan melontarkan kritik tajam terhadap kondisi sistem ketatanegaraan pascaamandemen.

Dia menilai Undang-Undang Dasar (UUD) hasil amandemen tahun 2002 sudah kebablasan, sangat liberalistik, dan tidak lagi mencerminkan napas perjuangan para pendiri bangsa. "Kita harus jujur, konstitusi 2002 ini sudah tidak relevan dengan kondisi Indonesia dan membuat biaya politik menjadi sangat mahal. Kami sangat optimis, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo nanti bangsa ini akan menuju arah yang jauh lebih baik mana kala beliau berani menegakkan UUD 1945 secara murni dan konsekuen," ujar Andrianto.



Seminar ini kemudian membedah carut-marut konstitusi dan stabilitas nasional melalui pemaparan empat pakar utama, serta tokoh pergerakan, dengan poin-poin kritis. Pakar Pertahanan Nasional Selamat Ginting dengan tegas menuding bahwa sistem pemilihan Presiden (pilpres) secara langsung adalah hulu dari segala kehancuran politik saat ini.

Baca juga: Anis Matta soal Politik Luar Negeri Bebas Aktif: Jangan Datang kepada Orang Hanya Waktu Kita Punya Masalah
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!