Gus Aab Nilai NU Butuh Kiai Zulfa yang Mampu Hubungkan Turats dengan Persoalan Kekinian
Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:40 WIB
Menurutnya, kemampuan tersebut terlihat dari karya-karya yang telah dihasilkan KH Zulfa Mustofa, salah satunya melalui kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa. Karya tersebut, kata dia, menjadi salah satu contoh penting bagaimana tradisi keilmuan klasik dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan umat masa kini.
“Ini yang beliau tekankan harus dimiliki oleh para aktivis Bahtsul Masail,” ucap Gus Aab.
Bagi Gus Aab, karya seseorang dapat menjadi salah satu cara untuk memahami pemikiran dan kontribusinya. Kiai Zulfa, menurutnya, menunjukkan kontribusi tersebut melalui karya-karya yang menjadi jembatan bagi penguatan tradisi keilmuan NU.
“Dari situ kita bisa menangkap bahwa mengetahui seseorang cukup dengan karyanya. Dari sinilah Kiai Zulfa menjembatani kekeringan yang dihadapi NU saat ini, tandasnya.
Diketahui, kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa menghimpun empat karya berbahasa Arab yang membahas metodologi Bahtsul Masail, ushul fikih, fatwa-fatwa kontemporer, serta sejarah intelektual Syekh Nawawi al-Bantani.
“Ini yang beliau tekankan harus dimiliki oleh para aktivis Bahtsul Masail,” ucap Gus Aab.
Bagi Gus Aab, karya seseorang dapat menjadi salah satu cara untuk memahami pemikiran dan kontribusinya. Kiai Zulfa, menurutnya, menunjukkan kontribusi tersebut melalui karya-karya yang menjadi jembatan bagi penguatan tradisi keilmuan NU.
“Dari situ kita bisa menangkap bahwa mengetahui seseorang cukup dengan karyanya. Dari sinilah Kiai Zulfa menjembatani kekeringan yang dihadapi NU saat ini, tandasnya.
Diketahui, kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa menghimpun empat karya berbahasa Arab yang membahas metodologi Bahtsul Masail, ushul fikih, fatwa-fatwa kontemporer, serta sejarah intelektual Syekh Nawawi al-Bantani.
Lihat Juga :