Program MBG Perkuat Keadilan Sosial Melalui Pemenuhan Gizi
Rabu, 08 Juli 2026 - 13:04 WIB
"Program MBG selama pelaksanaannya menunjukkan adanya peningkatan konsumsi buah dan sayur pada anak sekolah, sekaligus membantu mendorong pola makan yang lebih sehat," jelasnya.
Karena itu, ia menegaskan bahwa program gizi sekolah perlu dipandang sebagai investasi pembangunan manusia lintas sektor yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, hingga pertumbuhan ekonomi.
"Program gizi sekolah sebaiknya tidak diposisikan hanya sebagai bantuan makan atau pangan, tetapi sebagai investasi human capital lintas sektor," tegas Doddy.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menegaskan bahwa pemenuhan gizi pada kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (MBG 3B) menjadi langkah penting untuk mencegah stunting sejak awal kehidupan.
"Kenapa MBG 3B itu penting? Salah satu penyebab stunting adalah kurangnya asupan gizi. Inilah wujud kehadiran negara melalui Program MBG 3B untuk menjawab penyebab stunting yang berkaitan dengan pemenuhan gizi," ujar Wihaji.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi antarkementerian dan lembaga, termasuk penyelarasan data agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Karena itu, ia menegaskan bahwa program gizi sekolah perlu dipandang sebagai investasi pembangunan manusia lintas sektor yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, hingga pertumbuhan ekonomi.
"Program gizi sekolah sebaiknya tidak diposisikan hanya sebagai bantuan makan atau pangan, tetapi sebagai investasi human capital lintas sektor," tegas Doddy.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menegaskan bahwa pemenuhan gizi pada kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (MBG 3B) menjadi langkah penting untuk mencegah stunting sejak awal kehidupan.
"Kenapa MBG 3B itu penting? Salah satu penyebab stunting adalah kurangnya asupan gizi. Inilah wujud kehadiran negara melalui Program MBG 3B untuk menjawab penyebab stunting yang berkaitan dengan pemenuhan gizi," ujar Wihaji.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi antarkementerian dan lembaga, termasuk penyelarasan data agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
(shf)
Lihat Juga :