BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026

Sabtu, 04 Juli 2026 - 08:16 WIB
BMKG, kata Ardhasena, menghimbau masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Bagi sektor pertanian, katanya, perlu dilakukan penyesuaian jadwal tanam penggunaan varietas tahan kering, berumur panjang serta diversifikasi tanaman palawija menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan.

“BMKG terus memantau perkembangan iklim dan memperbarui informasi iklim serta prediksi setiap 10 hari. Pantau selalu informasi resmi BMKG sebagai dasar pengambilan keputusan agar dampak kemarau dan El Nino dapat diantisipasi sejak dini,” pungkasnya.

Lihat video: Sebab Terjadinya Kemarau Basah di Indonesia, Kepala BMKG Beri Penjelasan

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!