Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Sabtu, 04 Juli 2026 - 00:08 WIB
Prof Dr Laksmi Wulandari, dokter paru dan konsultan onkologi paru, subspesialis infeksi paru. Foto: Ist
JAKARTA - Kasus kanker paru baik di tingkat global maupun nasional masih menjadi salah satu jenis kanker dengan jumlah kasus dan tingkat kematian tertinggi. Tidak hanya terjadi pada laki-laki, kasus kanker paru pada perempuan juga menunjukkan tren peningkatan.
Di Indonesia, penanganan kanker paru masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari rendahnya literasi masyarakat, keterbatasan fasilitas skrining, meningkatnya polusi udara, perlunya penguatan pengawasan dan evaluasi terhadap regulasi pengendalian rokok, hingga akses layanan kesehatan yang belum merata.
Baca juga: Hari Kanker Paru-paru Sedunia: Sejarah Singkat dan Tujuannya
Berdasarkan data Globocan 2022, tercatat sekitar 2,4 juta kasus baru kanker paru di dunia pada 2022 atau setara dengan 12,4% dari seluruh kasus kanker dengan kontribusi sebesar 18,7% terhadap total kematian akibat kanker.
Di Indonesia, kanker paru menempati posisi kedua kasus kanker baru terbanyak setelah kanker payudara sekaligus menjadi penyebab kematian tertinggi akibat kanker dengan proporsi sebesar 14,1%. Tren peningkatan kasus juga semakin terlihat pada perempuan.
Secara global, kanker paru kini menjadi salah satu kanker dengan jumlah kasus tertinggi pada perempuan di Asia. Di Indonesia, jumlah kasus pada perempuan juga terus meningkat, dengan tercatat sebanyak 9.797 kasus baru pada tahun 2022.
Prof Dr Laksmi Wulandari, dokter paru dan konsultan onkologi paru, subspesialis infeksi paru mengatakan, tantangan dalam penanganan kanker paru saat ini masih banyak terjadi pada aspek promotif dan preventif yang belum berjalan optimal dan bersifat sporadis, sehingga beban penanganan lebih banyak terfokus pada tahap kuratif.
Di Indonesia, penanganan kanker paru masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari rendahnya literasi masyarakat, keterbatasan fasilitas skrining, meningkatnya polusi udara, perlunya penguatan pengawasan dan evaluasi terhadap regulasi pengendalian rokok, hingga akses layanan kesehatan yang belum merata.
Baca juga: Hari Kanker Paru-paru Sedunia: Sejarah Singkat dan Tujuannya
Berdasarkan data Globocan 2022, tercatat sekitar 2,4 juta kasus baru kanker paru di dunia pada 2022 atau setara dengan 12,4% dari seluruh kasus kanker dengan kontribusi sebesar 18,7% terhadap total kematian akibat kanker.
Di Indonesia, kanker paru menempati posisi kedua kasus kanker baru terbanyak setelah kanker payudara sekaligus menjadi penyebab kematian tertinggi akibat kanker dengan proporsi sebesar 14,1%. Tren peningkatan kasus juga semakin terlihat pada perempuan.
Secara global, kanker paru kini menjadi salah satu kanker dengan jumlah kasus tertinggi pada perempuan di Asia. Di Indonesia, jumlah kasus pada perempuan juga terus meningkat, dengan tercatat sebanyak 9.797 kasus baru pada tahun 2022.
Prof Dr Laksmi Wulandari, dokter paru dan konsultan onkologi paru, subspesialis infeksi paru mengatakan, tantangan dalam penanganan kanker paru saat ini masih banyak terjadi pada aspek promotif dan preventif yang belum berjalan optimal dan bersifat sporadis, sehingga beban penanganan lebih banyak terfokus pada tahap kuratif.
Lihat Juga :