Sejarawan dan Akademisi Apresiasi Kepemimpinan Wali Kota Agustina Selamatkan Artefak dan Arsip Kemaritiman
Rabu, 01 Juli 2026 - 15:00 WIB
Pertemuan Wali Kota Semarang bersama para pakar sejarah, akademisi, dan kolektor artefak di Medan.
MEDAN - Komitmen Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dalam menyelamatkan artefak sejarah dan memperkuat identitas Kota Semarang sebagai kota maritim mendapat apresiasi luas dari kalangan sejarawan dan akademisi. Langkah Pemerintah Kota Semarang yang aktif menelusuri, mengumpulkan, dan mengembalikan dokumen-dokumen bersejarah dinilai sebagai terobosan penting dalam upaya menyelamatkan memori kolektif bangsa sekaligus memperkuat jati diri kota.
Apresiasi tersebut mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Semarang dengan para pakar sejarah, akademisi, dan kolektor artefak di Medan, yang dihadiri Dr. Ir. Jimmy Lassang Manahara Siahaan M.CP, Dr. Saparudin Barus, S.T., M.M, Prof. Ikhwan, Prof. Robert Sibarani serta perwakilan Masyarakat Sejarah Indonesia (MSI) Sumatera Utara pada Rabu (1/7).
Menurut Guru Besar Kebudayaan, Prof. Robert Sibarani, tidak banyak kepala daerah yang memiliki perhatian serius terhadap penyelamatan arsip dan artefak sejarah. Karena itu, langkah Wali Kota Semarang dinilainya sebagai contoh kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan.
"Langkah Wali Kota Semarang ini merupakan preseden yang sangat baik. Sejarah sebuah kota sering kali tercecer di berbagai daerah, bahkan di luar negeri. Ketika seorang kepala daerah berinisiatif mengumpulkan kembali arsip dan artefak sejarah, sesungguhnya ia sedang menyelamatkan identitas, peradaban, dan ingatan kolektif masyarakatnya," ujar Prof. Robert Sibarani.
Apresiasi tersebut mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Semarang dengan para pakar sejarah, akademisi, dan kolektor artefak di Medan, yang dihadiri Dr. Ir. Jimmy Lassang Manahara Siahaan M.CP, Dr. Saparudin Barus, S.T., M.M, Prof. Ikhwan, Prof. Robert Sibarani serta perwakilan Masyarakat Sejarah Indonesia (MSI) Sumatera Utara pada Rabu (1/7).
Menurut Guru Besar Kebudayaan, Prof. Robert Sibarani, tidak banyak kepala daerah yang memiliki perhatian serius terhadap penyelamatan arsip dan artefak sejarah. Karena itu, langkah Wali Kota Semarang dinilainya sebagai contoh kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan.
"Langkah Wali Kota Semarang ini merupakan preseden yang sangat baik. Sejarah sebuah kota sering kali tercecer di berbagai daerah, bahkan di luar negeri. Ketika seorang kepala daerah berinisiatif mengumpulkan kembali arsip dan artefak sejarah, sesungguhnya ia sedang menyelamatkan identitas, peradaban, dan ingatan kolektif masyarakatnya," ujar Prof. Robert Sibarani.
Lihat Juga :