AHY Hadiri Kampanye Nasional Grab, Dorong Percepatan Tranformasi Transportasi Ramah Lingkungan
Selasa, 30 Juni 2026 - 11:12 WIB
Dalam kesempatan tersebut, AHY juga mengapresiasi capaian Grab Indonesia yang secara konsisten meningkatkan jumlah armada kendaraan listrik. Menurutnya, target yang ditetapkan perusahaan tersebut merupakan langkah konkret yang patut didukung bersama.
"Tahun lalu jumlah kendaraan listrik Grab sekitar 14 ribu unit. Pada Juni tahun ini telah mencapai 28 ribu unit, dan mudah-mudahan pada akhir tahun dapat menembus 42 ribu unit. Ini merupakan target yang sangat baik dan layak kita dukung bersama," ungkap AHY.
Lebih lanjut, AHY menegaskan pemerintah akan terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui berbagai kebijakan, mulai dari pemberian insentif bagi industri dan investor, pengembangan rantai pasok baterai, kendaraan listrik nasional, hingga peningkatan investasi di sektor tersebut. Selain itu, pemerintah juga akan mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung, terutama Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), agar masyarakat semakin percaya diri beralih menggunakan kendaraan listrik.
"Ketersediaan SPKLU menjadi salah satu harapan masyarakat. Pemerintah ingin terus mendorong agar jumlah titik pengisian semakin banyak dan penyebarannya semakin merata. Jawa tentu menjadi prioritas karena jumlah penduduknya besar, tetapi wilayah di luar Jawa juga harus terus diperluas sehingga pengguna kendaraan listrik semakin nyaman bepergian tanpa khawatir kehabisan daya," tuturnya.
AHY berharap kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, seperti yang ditunjukkan Grab Indonesia melalui Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia, dapat semakin mempercepat transformasi menuju sistem transportasi nasional yang modern, efisien, berdaya saing, sekaligus ramah lingkungan.
"Mudah-mudahan Indonesia terus tumbuh, terus maju, dan mampu menghadirkan sistem transportasi yang semakin ramah lingkungan demi masa depan yang lebih baik," pungkasnya.
"Tahun lalu jumlah kendaraan listrik Grab sekitar 14 ribu unit. Pada Juni tahun ini telah mencapai 28 ribu unit, dan mudah-mudahan pada akhir tahun dapat menembus 42 ribu unit. Ini merupakan target yang sangat baik dan layak kita dukung bersama," ungkap AHY.
Lebih lanjut, AHY menegaskan pemerintah akan terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui berbagai kebijakan, mulai dari pemberian insentif bagi industri dan investor, pengembangan rantai pasok baterai, kendaraan listrik nasional, hingga peningkatan investasi di sektor tersebut. Selain itu, pemerintah juga akan mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung, terutama Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), agar masyarakat semakin percaya diri beralih menggunakan kendaraan listrik.
"Ketersediaan SPKLU menjadi salah satu harapan masyarakat. Pemerintah ingin terus mendorong agar jumlah titik pengisian semakin banyak dan penyebarannya semakin merata. Jawa tentu menjadi prioritas karena jumlah penduduknya besar, tetapi wilayah di luar Jawa juga harus terus diperluas sehingga pengguna kendaraan listrik semakin nyaman bepergian tanpa khawatir kehabisan daya," tuturnya.
AHY berharap kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, seperti yang ditunjukkan Grab Indonesia melalui Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia, dapat semakin mempercepat transformasi menuju sistem transportasi nasional yang modern, efisien, berdaya saing, sekaligus ramah lingkungan.
"Mudah-mudahan Indonesia terus tumbuh, terus maju, dan mampu menghadirkan sistem transportasi yang semakin ramah lingkungan demi masa depan yang lebih baik," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :