Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
Kamis, 25 Juni 2026 - 14:12 WIB
"Yang diperlukan adalah keberanian menerobos batas, keberanian tampil sebagai bangsa beradab. Syaratnya, kita berani mengikuti jejak bangsa-bangsa yang kuat yang mengedepankan kekuatan moral, intelektual, etika, kapasitas kognisi, dan kemampuan membangun narasi," lanjutnya.
Dari modal yang melimpah itu, Gita menyoroti titik yang menurutnya justru kerap diabaikan yaitu cara bangsa ini memilih pemimpin. Dia menilai obsesi pada angka survei telah menggeser ukuran kepemimpinan dari hal yang semestinya menentukan hingga mendesak reorientasi menyeluruh.
"Kepemimpinan mendatang haruslah ditata ulang. Kita tidak boleh mabuk pada elektabilitas dan popularitas, tetapi harus bergeser orientasi untuk melihat integritas, kapabilitas, dan etikabilitas," katanya.
Dia menawarkan satu jalan keluar konkret dari apa yang dia sebut jebakan sensasionalitas yakni membenahi pendidikan yang dimulai dari nasib guru.
"Salah satu cara keluar dari jebakan sensasionalitas dewasa ini dengan investasi secara agresif untuk memperbaiki mutu pendidikan kita. Gaji guru harus diperbaiki secara revolusioner. Tempatkan profesi guru sebagai profesi yang sangat dihargai agar putra-putri bangsa terbaik masuk berbondong-bondong berebut menjadi guru," ujarnya.
Pembenahan pendidikan itu bermuara pada generasi muda yang dia tempatkan sebagai penentu arah kawasan. Anak muda tidak cukup menjadi pengguna teknologi, tetapi harus menjadi pencipta inovasi.
Dari modal yang melimpah itu, Gita menyoroti titik yang menurutnya justru kerap diabaikan yaitu cara bangsa ini memilih pemimpin. Dia menilai obsesi pada angka survei telah menggeser ukuran kepemimpinan dari hal yang semestinya menentukan hingga mendesak reorientasi menyeluruh.
"Kepemimpinan mendatang haruslah ditata ulang. Kita tidak boleh mabuk pada elektabilitas dan popularitas, tetapi harus bergeser orientasi untuk melihat integritas, kapabilitas, dan etikabilitas," katanya.
Dia menawarkan satu jalan keluar konkret dari apa yang dia sebut jebakan sensasionalitas yakni membenahi pendidikan yang dimulai dari nasib guru.
"Salah satu cara keluar dari jebakan sensasionalitas dewasa ini dengan investasi secara agresif untuk memperbaiki mutu pendidikan kita. Gaji guru harus diperbaiki secara revolusioner. Tempatkan profesi guru sebagai profesi yang sangat dihargai agar putra-putri bangsa terbaik masuk berbondong-bondong berebut menjadi guru," ujarnya.
Pembenahan pendidikan itu bermuara pada generasi muda yang dia tempatkan sebagai penentu arah kawasan. Anak muda tidak cukup menjadi pengguna teknologi, tetapi harus menjadi pencipta inovasi.
Lihat Juga :