Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Jum'at, 19 Juni 2026 - 20:37 WIB
Dari aspek bahan baku, potensi biogas di Indonesia sangat besar. Saat ini, dari sekitar 1.000 pabrik kelapa sawit (PKS) baru sekitar 10% (atau kurang) yang sudah memiliki instalasi biogas. Belum lagi potensi bahan baku potensial lainnya seperti limbah pabrik tapioka dan industri agro lainnya, limbah pertanian, kotoran hewan ternak, dan juga sampah organik (dari pasar, dari dapur, dan sebagainya).
Beberapa negara yang cukup marak penerapan teknologi biogas antara lain China, India, dan Nepal untuk digester biogas skala kecil. "Kita boleh bangga telah membangun 45-50 ribuan digester biogas, namun India menargetkan 60 ribuan digester biogas dalam setahun," ucapnya.
Untuk biogas skala besar banyak diterapkan di berbagai negara Eropa seperti Jerman, Austria, Belanda, dan lainnya, juga USA dan beberapa negara di Amerika Latin, Afrika, serta Asia.
Menurut Abdul, tantangan pengembangan biogas antara lain fokus pemilik PKS lebih ke minyak sawit atau CPO (panen kebun maksimal dan efisiensi pabrik), lokasi PKS jauh dari jaringan listrik, kemampuan SDM operator instalasi biogas.
“Untuk pengembangan biogas di Indonesia perlu penguatan ekosistem dan sinergi antarpihak. Pemerintah, industri atau swasta baik pengembang maupun user, lembaga pendanaan baik perbankan maupun nonperbankan, termasuk pendanaan hijau/green financing, akademik dan lembaga riset, dan juga media perlu bahu-membahu, bekerja sama mendorong penerapan teknologi biogas yang lebih masif di Indonesia," ujarnya.
Beberapa negara yang cukup marak penerapan teknologi biogas antara lain China, India, dan Nepal untuk digester biogas skala kecil. "Kita boleh bangga telah membangun 45-50 ribuan digester biogas, namun India menargetkan 60 ribuan digester biogas dalam setahun," ucapnya.
Untuk biogas skala besar banyak diterapkan di berbagai negara Eropa seperti Jerman, Austria, Belanda, dan lainnya, juga USA dan beberapa negara di Amerika Latin, Afrika, serta Asia.
Menurut Abdul, tantangan pengembangan biogas antara lain fokus pemilik PKS lebih ke minyak sawit atau CPO (panen kebun maksimal dan efisiensi pabrik), lokasi PKS jauh dari jaringan listrik, kemampuan SDM operator instalasi biogas.
“Untuk pengembangan biogas di Indonesia perlu penguatan ekosistem dan sinergi antarpihak. Pemerintah, industri atau swasta baik pengembang maupun user, lembaga pendanaan baik perbankan maupun nonperbankan, termasuk pendanaan hijau/green financing, akademik dan lembaga riset, dan juga media perlu bahu-membahu, bekerja sama mendorong penerapan teknologi biogas yang lebih masif di Indonesia," ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :