Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini

Senin, 08 Juni 2026 - 19:56 WIB
Menyikapi temuan tersebut, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO) Paido Siahaan mengatakan, masyarakat berhak mendapatkan informasi utuh, seimbang, dan berbasis sains mengenai nikotin. Selama ini nikotin sering keliru dianggap sebagai penyebab utama bahaya rokok.

Padahal, berbagai kajian ilmiah menunjukkan bahwa risiko kesehatan akibat rokok berasal dari proses pembakaran tembakau yang menghasilkan tar, karbon monoksida, dan ribuan zat toksik lainnya yang terhirup melalui asap rokok.

Sementara, nikotin adalah zat yang secara alami terkandung dalam tembakau, tetapi bukan penyebab utama penyakit akibat kebiasaan merokok. Karena itu, kuncinya adalah konsumsi nikotin dengan cara berbeda yaitu tanpa pembakaran.

“Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) juga menjelaskan bahwa nikotin adalah zat adiktif yang membuat orang terus menggunakan produk tembakau, tetapi asap rokok, bukan nikotin itu sendiri yang menjadi penyebab utama penyakit serius dan kematian perokok. Karena itu, informasi publik harus mampu membedakan antara nikotin dan risiko pembakaran,” ujar Paido.

Terkait temuan ilmiah mengenai potensi efek kognitif nikotin, dia menyatakan informasi tersebut harus ditempatkan dalam konteks yang tepat. Temuan ini tidak dimaksudkan untuk mendorong non-perokok, anak muda, atau kelompok rentan menggunakan nikotin melainkan memberikan edukasi holistik mengenai karakteristik zat tersebut.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!