Dukung Kortas Tipidkor Polri, Ekonom: Korupsi Batubara PLN Ancaman Serius Ketahanan Energi
Jum'at, 10 Juli 2020 - 12:25 WIB
Ekonom Senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait kasus dugaan korupsi dalam rantai pasok batubara
JAKARTA - Ekonom Senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait kasus dugaan korupsi dalam rantai pasok batubara untuk PT PLN (Persero).
Menurutnya, praktik korupsi di sektor strategis ini bukan sekadar persoalan kerugian keuangan negara, melainkan sebuah ancaman serius terhadap ketahanan energi nasional yang berpotensi mencederai keadilan bagi rakyat dan merusak fondasi perekonomian.
“Korupsi yang terjadi terkait supply batubara untuk PLN bukan saja korupsi yang merugikan keuangan negara dalam jumlah besar, tetapi juga berisiko merusak ketahanan energi kita tapi sesuatu yang mencederai keadilan bagi rakyat dan sangat penting bagi ekonomi kita,” tegas Wijayanto Samirin dalam pernyataannya, Jumat (10/7/2026).
Wijayanto Samirin menegaskan bahwa dampak kasus ini jauh melampaui kerugian materi. Ia menyebut ada kerugian bersifat strategis yang jika dibiarkan dapat membuat Indonesia kehilangan daya saing ekonomi di tengah persaingan ketat dengan negara tetangga.
Menurutnya, praktik korupsi di sektor strategis ini bukan sekadar persoalan kerugian keuangan negara, melainkan sebuah ancaman serius terhadap ketahanan energi nasional yang berpotensi mencederai keadilan bagi rakyat dan merusak fondasi perekonomian.
“Korupsi yang terjadi terkait supply batubara untuk PLN bukan saja korupsi yang merugikan keuangan negara dalam jumlah besar, tetapi juga berisiko merusak ketahanan energi kita tapi sesuatu yang mencederai keadilan bagi rakyat dan sangat penting bagi ekonomi kita,” tegas Wijayanto Samirin dalam pernyataannya, Jumat (10/7/2026).
Wijayanto Samirin menegaskan bahwa dampak kasus ini jauh melampaui kerugian materi. Ia menyebut ada kerugian bersifat strategis yang jika dibiarkan dapat membuat Indonesia kehilangan daya saing ekonomi di tengah persaingan ketat dengan negara tetangga.
Lihat Juga :