Panen Perdana Edamame, Sandi Uno: Langkah Awal Penguatan Ekonomi Desa

Jum'at, 22 Mei 2026 - 22:36 WIB
“Salah satu fokus utama program ini adalah memastikan kepastian pasar bagi petani. Untuk itu, Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB berperan sebagai off-taker yang membeli langsung hasil panen edamame dari petani. Skema tersebut diharapkan mampu memberikan jaminan pemasaran sekaligus meningkatkan stabilitas pendapatan petani desa,” katanya.

Perwakilan ATP IPB Sarwono menjelaskan keterlibatan off-taker menjadi bagian penting dalam membangun rantai pasok pertanian yang sehat. Dengan adanya pembeli tetap, petani dinilai lebih memiliki kepastian dalam menjalankan usaha tani dan dapat fokus meningkatkan kualitas produksi.

“Program ini juga dirancang untuk terus berkembang secara berkelanjutan. Keuntungan dari hasil panen akan kembali diinvestasikan guna memperluas lahan pertanian, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas manfaat program kepada lebih banyak petani di berbagai wilayah desa,” ujarnya.

Ke depan, Yayasan Indonesia Setara berharap model pemberdayaan berbasis pertanian edamame ini dapat menjadi contoh pengembangan ekonomi desa yang mandiri. Berawal dari satu hektare lahan, program tersebut ditargetkan mampu menjangkau lebih banyak petani dan menciptakan desa yang memiliki kekuatan ekonomi melalui sektor pertanian berkelanjutan.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!