Panen Perdana Edamame, Sandi Uno: Langkah Awal Penguatan Ekonomi Desa

Jum'at, 22 Mei 2026 - 22:36 WIB
loading...
Panen Perdana Edamame,...
YIS bersama sejumlah mitra berhasil melaksanakan panen perdana edamame sebagai bagian dari pengembangan ekosistem pertanian terintegrasi yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani desa. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Program pemberdayaan pertanian berbasis desa kembali menunjukkan hasil nyata. Yayasan Indonesia Setara bersama sejumlah mitra berhasil melaksanakan panen perdana edamame sebagai bagian dari pengembangan ekosistem pertanian terintegrasi yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani desa.

Panen perdana berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026, dan menjadi momentum awal dari program pengembangan pertanian edamame yang dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor. Program ini melibatkan Yayasan Indonesia Setara, Wiguna Farm, Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB sebagai off-taker, Gebrakan Anak Negeri (GAN), serta BSI Maslahat.

Baca juga: Pelatihan Olahan Edamame di Bogor, Sandiaga Uno: Hadirkan Lapangan Kerja

Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Uno menyampaikan bahwa program Desa Emas dirancang tidak hanya untuk meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga membangun sistem ekonomi desa yang berkelanjutan. Sektor pertanian perlu didukung melalui ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

“Dalam pelaksanaannya, kami menggandeng Wiguna Farm untuk mengembangkan budidaya edamame dengan memanfaatkan wakaf lahan perkebunan seluas satu hektare sebagai tahap awal program. Dukungan yang diberikan mencakup penyediaan bibit, pupuk, edukasi, pelatihan, pendampingan petani hingga akses pasar bagi hasil panen,” ujar Sandiaga, Jumat (22/5/2026).

Owner Wiguna Farm Hasan menilai pendampingan yang konsisten menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas petani. Keberhasilan panen perdana menunjukkan bahwa kolaborasi antara lembaga sosial, pelaku usaha, dan petani mampu menciptakan model pertanian yang lebih terarah dan memiliki nilai ekonomi.

“Salah satu fokus utama program ini adalah memastikan kepastian pasar bagi petani. Untuk itu, Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB berperan sebagai off-taker yang membeli langsung hasil panen edamame dari petani. Skema tersebut diharapkan mampu memberikan jaminan pemasaran sekaligus meningkatkan stabilitas pendapatan petani desa,” katanya.

Perwakilan ATP IPB Sarwono menjelaskan keterlibatan off-taker menjadi bagian penting dalam membangun rantai pasok pertanian yang sehat. Dengan adanya pembeli tetap, petani dinilai lebih memiliki kepastian dalam menjalankan usaha tani dan dapat fokus meningkatkan kualitas produksi.

“Program ini juga dirancang untuk terus berkembang secara berkelanjutan. Keuntungan dari hasil panen akan kembali diinvestasikan guna memperluas lahan pertanian, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas manfaat program kepada lebih banyak petani di berbagai wilayah desa,” ujarnya.

Ke depan, Yayasan Indonesia Setara berharap model pemberdayaan berbasis pertanian edamame ini dapat menjadi contoh pengembangan ekonomi desa yang mandiri. Berawal dari satu hektare lahan, program tersebut ditargetkan mampu menjangkau lebih banyak petani dan menciptakan desa yang memiliki kekuatan ekonomi melalui sektor pertanian berkelanjutan.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
Perlambatan Ekonomi...
Perlambatan Ekonomi Tekan Pendapatan, Agus Taufiq Perindo Desak Perluasan Lapangan Kerja
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Peluang Besar, Sandiaga...
Peluang Besar, Sandiaga Uno Bidik Sektor Sertifikasi
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
Rekomendasi
BMKG Pantau Siklon Tropis...
BMKG Pantau Siklon Tropis NOUL, Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Tidak...
Febrie Adriansyah Tidak Diborgol, Boyamin Saiman: Kejaksaan Agung Ceroboh
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved