Ketum PGI Minta Masyarakat Tak Termakan Video Ceramah JK yang Dipotong dan Dipelintir
Jum'at, 24 April 2026 - 01:41 WIB
"Saya kira substansi itu yang harus kita angkat untuk kembali meletakkan agama dalam panggilan dan misi mulianya sebagai agen perdamaian, bukan agen konflik dan ini betul-betul mengingatkan itu jangan lagi terulang," ungkap Jacklevyn.
Maka itu, pihaknya meminta agar masyarakat tak terhasut konflik oleh isu agama, sebagaimana ceramah JK yang videonya dipotong dan dipelintir, seolah itu sengaja dibuat untuk membenturkan antarumat beragama. Manakala ada isu, seharusnya pun dilakukan klarifikasi dahulu sebagaimana yang dilakukan pihaknya saat datang ke rumah JK.
"Kami selalu katakan sebagai teman-teman yang mengalami itu langsung di lapangan, jangan mudah untuk terhasut agama. Malam ini kami bersilaturahim memperkuat dialog dan rajutan kebangsaan yang harus terus dipupuk dari level para pimpinan sampai level grassroots, di level komunitas. Biasakanlah berjumpa untuk mendengar langsung, untuk berbicara langsung, untuk mengklarifikasi secara langsung," bebernya.
"Pak Din (mantan Ketum Muhammadiyah, Din Syamsuddin) juga terlibat dalam perjanjian Malino, bahkan ketika di Malino II. Jadi, jangan kita menjadi terpecah oleh isu-isu yang mungkin saja dikemas dan dilemparkan untuk membenturkan," tegasnya.
Maka itu, pihaknya meminta agar masyarakat tak terhasut konflik oleh isu agama, sebagaimana ceramah JK yang videonya dipotong dan dipelintir, seolah itu sengaja dibuat untuk membenturkan antarumat beragama. Manakala ada isu, seharusnya pun dilakukan klarifikasi dahulu sebagaimana yang dilakukan pihaknya saat datang ke rumah JK.
"Kami selalu katakan sebagai teman-teman yang mengalami itu langsung di lapangan, jangan mudah untuk terhasut agama. Malam ini kami bersilaturahim memperkuat dialog dan rajutan kebangsaan yang harus terus dipupuk dari level para pimpinan sampai level grassroots, di level komunitas. Biasakanlah berjumpa untuk mendengar langsung, untuk berbicara langsung, untuk mengklarifikasi secara langsung," bebernya.
"Pak Din (mantan Ketum Muhammadiyah, Din Syamsuddin) juga terlibat dalam perjanjian Malino, bahkan ketika di Malino II. Jadi, jangan kita menjadi terpecah oleh isu-isu yang mungkin saja dikemas dan dilemparkan untuk membenturkan," tegasnya.
(shf)
Lihat Juga :