Hashim Ungkap Asal-usul MBG: Digagas Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Partai Gerindra Ada
Minggu, 19 April 2026 - 21:13 WIB
Menurut Hashim, pada saat itu data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membeberkan angka stunting di Indonesia mencapai 30 persen. Prabowo pun melihat tingginya angka stunting sebagai ancaman serius bagi masa depan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.
“Namun waktu itu Pak Prabowo sudah melihat bahwa stunting merupakan suatu ancaman bagi masa depan bangsa kita. Waktu itu 2006 saya ingat, 30% ini menurut Kementerian Kesehatan waktu itu, 30% anak-anak Indonesia waktu itu menderita dari kondisi namanya stunting, 30%. Sewaktu itu Pak Prabowo bilang ke saya, kalau ini tidak bisa ditanggulangi kondisi yang berat ini kita bisa bayangkan 20 tahun kemudian, dia bilang 30% angkatan kerja dari angkatan kerja Indonesia itu 30% adalah orang-orang yang menderita stunting, 30%,” lanjutnya.
Baca juga: Kepala BGN Blak-blakan Soal 21.801 Unit Motor Listrik MBG: Dari Mekanisma Pembayaran hingga Produksi
Hashim menekankan bahwa dampak stunting bukan sekadar masalah fisik, melainkan kapasitas intelektual. Ia membandingkan rata-rata IQ penderita stunting yang berada di angka 72, jauh di bawah rata-rata manusia normal yang berada di angka 100.
Sekarang 20 tahun, 20 tahun dari 2006 sekarang jangan-jangan 30% dari para pekerja kita di desa atau di pabrik atau di kota besar menderita dari stunting. Coba, dengan IQ rata-rata yang Saya dengar 72. Orang-orang yang stunting mereka IQ-nya rata-rata 72 dari manusia yang biasa 100,” ungkap Hashim yang juga merupakan adik kandung Presiden Prabowo itu.
“Namun waktu itu Pak Prabowo sudah melihat bahwa stunting merupakan suatu ancaman bagi masa depan bangsa kita. Waktu itu 2006 saya ingat, 30% ini menurut Kementerian Kesehatan waktu itu, 30% anak-anak Indonesia waktu itu menderita dari kondisi namanya stunting, 30%. Sewaktu itu Pak Prabowo bilang ke saya, kalau ini tidak bisa ditanggulangi kondisi yang berat ini kita bisa bayangkan 20 tahun kemudian, dia bilang 30% angkatan kerja dari angkatan kerja Indonesia itu 30% adalah orang-orang yang menderita stunting, 30%,” lanjutnya.
Baca juga: Kepala BGN Blak-blakan Soal 21.801 Unit Motor Listrik MBG: Dari Mekanisma Pembayaran hingga Produksi
Hashim menekankan bahwa dampak stunting bukan sekadar masalah fisik, melainkan kapasitas intelektual. Ia membandingkan rata-rata IQ penderita stunting yang berada di angka 72, jauh di bawah rata-rata manusia normal yang berada di angka 100.
Sekarang 20 tahun, 20 tahun dari 2006 sekarang jangan-jangan 30% dari para pekerja kita di desa atau di pabrik atau di kota besar menderita dari stunting. Coba, dengan IQ rata-rata yang Saya dengar 72. Orang-orang yang stunting mereka IQ-nya rata-rata 72 dari manusia yang biasa 100,” ungkap Hashim yang juga merupakan adik kandung Presiden Prabowo itu.
Lihat Juga :