Darurat Mikroplastik dan Timbal, Indonesia Terancam Kehilangan Generasi

Sabtu, 11 April 2026 - 15:26 WIB
Selain itu, dia juga menekankan pentingnya pelarangan penggunaan bahan plastik berisiko tinggi untuk kebutuhan konsumsi anak. Di sisi hilir, kesiapan sistem kesehatan juga menjadi krusial. Fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas harus diperkuat agar mampu melakukan deteksi dini terhadap paparan lingkungan, termasuk skrining risiko timbal dan gangguan tumbuh kembang berbasis paparan.

Tenaga kesehatan juga perlu dibekali dengan kapasitas yang memadai untuk mengenali dan menangani dampak paparan mikroplastik dan logam berat secara komprehensif.

Vita juga mendorong penguatan regulasi dan pengawasan industri, termasuk pengetatan batas aman kandungan bahan berbahaya dalam produk konsumen serta penertiban aktivitas berisiko tinggi yang menjadi sumber pencemaran.

Dia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk pembentukan satuan tugas nasional yang fokus pada penanganan paparan mikroplastik dan logam berat. “Ini bukan sekadar isu lingkungan, tetapi menyangkut masa depan bangsa. Negara tidak boleh menunggu sampai dampaknya terlihat dalam bentuk generasi yang kehilangan potensi. Kita harus bertindak sekarang dengan kebijakan yang konkret, terukur, dan berpihak pada kesehatan anak Indonesia,” ungkapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!