DPR: Penarikan Pasukan TNI dari UNIFIL Harus melalui Pertimbangan Strategis
Sabtu, 04 April 2026 - 17:07 WIB
Upacara penghormatan terhadap prajurit TNI bertugas di UNIFIL yang gugur di Lebanon. Foto/Tangkapan layar
JAKARTA - Penarikan pasukan Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) dari United Nations Interim Force in Lebanon ( UNIFIL ) perlu pertimbangan strategis antara TNI dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan), Kementerian Luar Negeri (Kemlu), dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono .
Menurut Dave, penarikan pasukan TNI itu tak bisa diputuskan secara singkat. "Penarikan pasukan tentu bukan keputusan yang diambil secara tergesa-gesa, melainkan harus melalui pertimbangan strategis antara TNI, Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa," ujar Dave saat dihubungi, Sabtu (4/4/2026).
Dave menegaskan, Indonesia memiliki komitmen kuat untuk menjaga perdamaian dunia. "Dan kehadiran prajurit TNI di UNIFIL adalah wujud nyata dari komitmen tersebut."
Baca Juga: Kemlu Kembali Desak DK PBB Segera Usut Insiden yang Menimpa Pasukan UNIFIL
Menurut Dave, penarikan pasukan TNI itu tak bisa diputuskan secara singkat. "Penarikan pasukan tentu bukan keputusan yang diambil secara tergesa-gesa, melainkan harus melalui pertimbangan strategis antara TNI, Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa," ujar Dave saat dihubungi, Sabtu (4/4/2026).
Dave menegaskan, Indonesia memiliki komitmen kuat untuk menjaga perdamaian dunia. "Dan kehadiran prajurit TNI di UNIFIL adalah wujud nyata dari komitmen tersebut."
Baca Juga: Kemlu Kembali Desak DK PBB Segera Usut Insiden yang Menimpa Pasukan UNIFIL
Lihat Juga :