JK Minta Pasukan TNI Tetap Bertugas di UNIFIL: Kalau Mundur Dikira Penakut
Rabu, 01 April 2026 - 17:30 WIB
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyarankan pemerintah dan TNI tidak menarik mundur pasukan perdamaian yang bertugas di UNIFIL. Misi ini perlu dijalankan meskipun risikonya tinggi. Foto: Sindonews TV
JAKARTA - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyarankan pemerintah dan TNI tidak menarik mundur pasukan perdamaian yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) . Misi ini perlu dijalankan meskipun risikonya tinggi.
"Tidak (menarik mundur pasukan). Negara, TNI tidak seperti itu. Bahwa kalau ada yang korban, tewas, langsung kita mundur. Wah, bukan itu saya kira jiwa TNI dan jiwa pemerintah. Tetap ada di situ. Memang ada risikonya, tapi tetap harus dilaksanakan," ujar JK di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Menurut Ketua Umum PMI itu, menarik mundur pasukan hanya karena faktor risiko justru membuat persepsi negatif di dunia internasional. Indonesia bisa disebut penakut jika hal itu terjadi.
Baca juga: Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pengamat: Serangan Israel ke Pasukan UNIFIL Langgar Hukum Humaniter
"Tidak (menarik mundur pasukan). Negara, TNI tidak seperti itu. Bahwa kalau ada yang korban, tewas, langsung kita mundur. Wah, bukan itu saya kira jiwa TNI dan jiwa pemerintah. Tetap ada di situ. Memang ada risikonya, tapi tetap harus dilaksanakan," ujar JK di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Menurut Ketua Umum PMI itu, menarik mundur pasukan hanya karena faktor risiko justru membuat persepsi negatif di dunia internasional. Indonesia bisa disebut penakut jika hal itu terjadi.
Baca juga: Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pengamat: Serangan Israel ke Pasukan UNIFIL Langgar Hukum Humaniter
Lihat Juga :