3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Ibas Kecam Serangan terhadap Pasukan Perdamaian
Selasa, 31 Maret 2026 - 12:47 WIB
“Dunia harus kembali ke meja perundingan. Konflik ini telah membawa imbas yang terlalu besar bagi masyarakat sipil dan personel perdamaian. Kita tidak ingin eskalasi ini meluas menjadi perang yang lebih besar di kawasan,” urai lulusan S2 Nanyang Technological University tersebut.
Ibas mengapresiasi profesionalisme TNI yang tetap teguh menjalankan mandat PBB di tengah situasi keamanan yang sangat dinamis. Namun, ia juga mengingatkan agar faktor keselamatan prajurit tetap menjadi prioritas utama melalui penerapan Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat.
“TNI telah bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab. Kita harus memastikan langkah-langkah kontinjensi disiapkan secara matang sesuai dinamika di lapangan. Indonesia akan tetap menjadi bagian dari solusi perdamaian dunia, namun nyawa setiap prajurit kita adalah aset bangsa yang tak ternilai harganya,” ucapnya.
Ibas mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menundukkan kepala sejenak dan mendoakan para syuhada perdamaian yang telah gugur mengharumkan nama bangsa di mata dunia.
Ibas mengapresiasi profesionalisme TNI yang tetap teguh menjalankan mandat PBB di tengah situasi keamanan yang sangat dinamis. Namun, ia juga mengingatkan agar faktor keselamatan prajurit tetap menjadi prioritas utama melalui penerapan Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat.
“TNI telah bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab. Kita harus memastikan langkah-langkah kontinjensi disiapkan secara matang sesuai dinamika di lapangan. Indonesia akan tetap menjadi bagian dari solusi perdamaian dunia, namun nyawa setiap prajurit kita adalah aset bangsa yang tak ternilai harganya,” ucapnya.
Ibas mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menundukkan kepala sejenak dan mendoakan para syuhada perdamaian yang telah gugur mengharumkan nama bangsa di mata dunia.
(cip)
Lihat Juga :