Kunjungi Yonif TP 845/Ksatria Satam, Menhan: TNI Harus Hadir Nyata untuk Keamanan
Rabu, 18 Maret 2026 - 13:56 WIB
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 845/Ksatria Satam di Simpang Tiga, Simpang Renggiang, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung. Foto/istimewa
BANGKABELITUNG - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 845/Ksatria Satam di Simpang Tiga, Simpang Renggiang, Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa, 17 Maret 2026.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan pengarahan langsung kepada prajurit serta meninjau kesiapan satuan dalam mendukung tugas pertahanan sekaligus pemberdayaan wilayah. Dalam kunjungannya, Sjafrie mengapresiasi peran Yonif TP 845/Ksatria Satam yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Kehadiran satuan ini tidak hanya berkontribusi pada aspek pertahanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan ekonomi, seperti membantu proses belajar mengajar di sekolah, berkolaborasi dengan kelompok tani (Poktan), melaksanakan patroli keamanan untuk mencegah tindak kriminalitas seperti begal, serta mendorong pertumbuhan UMKM melalui konsumsi kebutuhan prajurit dan keluarganya.
Baca juga: Panglima TNI Tetapkan Status Siaga 1, Menhan Sjafrie: Yakinkan Rakyat Negara Aman
“Masyarakat harus benar-benar merasakan kehadiran TNI, baik dari aspek keamanan, ekonomi, maupun sosial budaya,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Sjafrie menegaskan jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara profesional, dan tentara nasional harus terus dipedomani dalam setiap pelaksanaan tugas. Semangat pengorbanan jiwa dan raga demi bangsa dan negara menjadi nilai utama yang harus tertanam kuat dalam diri setiap prajurit.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan pengarahan langsung kepada prajurit serta meninjau kesiapan satuan dalam mendukung tugas pertahanan sekaligus pemberdayaan wilayah. Dalam kunjungannya, Sjafrie mengapresiasi peran Yonif TP 845/Ksatria Satam yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Kehadiran satuan ini tidak hanya berkontribusi pada aspek pertahanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan ekonomi, seperti membantu proses belajar mengajar di sekolah, berkolaborasi dengan kelompok tani (Poktan), melaksanakan patroli keamanan untuk mencegah tindak kriminalitas seperti begal, serta mendorong pertumbuhan UMKM melalui konsumsi kebutuhan prajurit dan keluarganya.
Baca juga: Panglima TNI Tetapkan Status Siaga 1, Menhan Sjafrie: Yakinkan Rakyat Negara Aman
“Masyarakat harus benar-benar merasakan kehadiran TNI, baik dari aspek keamanan, ekonomi, maupun sosial budaya,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Sjafrie menegaskan jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara profesional, dan tentara nasional harus terus dipedomani dalam setiap pelaksanaan tugas. Semangat pengorbanan jiwa dan raga demi bangsa dan negara menjadi nilai utama yang harus tertanam kuat dalam diri setiap prajurit.
Lihat Juga :