Survei Online SINDOnews: Larangan Mudik Bisa Efektif Hambat Penyebaran Virus Corona
Senin, 04 Mei 2020 - 18:57 WIB
"Saya tidak mau ambil risiko. Lebih baik tahan rindu saja dulu dengan orang–orang di kampung. Saat ini, kita ikuti anjuran pemerintah dulu untuk memutus mata rantai virus corona," ujar Balqis, warga Bogor, Jawa Barat.
Lain halnya dengan pendapat yang disampaikan oleh 23% responden lainnya. Meskipun sudah ada larangan dari pemerintah, mereka tetap ingin nekat untuk mudik. Alasan terkuat yang mendasari keputusan itu adalah faktor keuangan. Sementara, alasan lainnya adalah kerinduan yang tidak tertahankan dengan anggota keluarga di tanah kelahiran.
Faktanya,pandemi telah memukul semua sektor kehidupan, tak terkecuali sektor perekonomian. Gara-gara pandemi, banyak perusahaan terpaksa gulung tikar atau menutup sementara usahanya. Imbasnya, tak sedikit pegawai yang dirumahkan, terpaksa menjalani cuti tanpa tanggungan serta mengalami pemotongan gaji. Hal ini tak pelak membuat daya ekonomi masyarakat yang terkena imbas pun melemah.
Seperti yang diutarakan Dani, warga Depok, Jawa Barat. "Sekarang sudah tidak ada lagi penghasilan, sementara rumah masih ngontrak. Kalau masih di sini (Depok), jangankan untuk membayar kontrak, makan saja sulit," ujarnya.
Optimistis Hambat Virus
Lain halnya dengan pendapat yang disampaikan oleh 23% responden lainnya. Meskipun sudah ada larangan dari pemerintah, mereka tetap ingin nekat untuk mudik. Alasan terkuat yang mendasari keputusan itu adalah faktor keuangan. Sementara, alasan lainnya adalah kerinduan yang tidak tertahankan dengan anggota keluarga di tanah kelahiran.
Faktanya,pandemi telah memukul semua sektor kehidupan, tak terkecuali sektor perekonomian. Gara-gara pandemi, banyak perusahaan terpaksa gulung tikar atau menutup sementara usahanya. Imbasnya, tak sedikit pegawai yang dirumahkan, terpaksa menjalani cuti tanpa tanggungan serta mengalami pemotongan gaji. Hal ini tak pelak membuat daya ekonomi masyarakat yang terkena imbas pun melemah.
Seperti yang diutarakan Dani, warga Depok, Jawa Barat. "Sekarang sudah tidak ada lagi penghasilan, sementara rumah masih ngontrak. Kalau masih di sini (Depok), jangankan untuk membayar kontrak, makan saja sulit," ujarnya.
Optimistis Hambat Virus
Lihat Juga :