Sidang Chromebook, Saksi Prinsipal Tepis Kemahalan Harga dan Kerugian Negara
Sabtu, 07 Maret 2026 - 17:04 WIB
Senada, perwakilan PT Bangga/Chromebook Advan, Chandra Advan mengklarifikasi bahwa total keuntungan kotor (gross) riil yang didapatkan perusahaannya dari pengadaan Chromebook periode 2021 hingga 2022 adalah sebesar Rp14,7 miliar. Angka ini sangat berbanding terbalik dengan dakwaan yang menuduh adanya keuntungan untuk memperkaya diri sebesar Rp48 miliar.
”Angka Rp48 miliar tersebut tidak pernah diinformasikan kepadanya selama proses penyidikan maupun saat diperiksa oleh BPKP,” katanya.
Lihat video: Update Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Jalani Sidang Pemeriksaan 8 Saksi
Selain soal harga, persidangan juga menyoroti istilah co-investment yang tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Perwakilan PT Acer, Rico Gunawan, meluruskan dana tersebut sebenarnya adalah marketing fund atau dana pemasaran yang merupakan praktik umum di industri teknologi.
Rico menjelaskan dana tersebut berasal dari berbagai prinsipal seperti Google, Intel, Microsoft, dan AMD, yang ditujukan murni untuk aktivitas pemasaran seperti iklan dan pelatihan untuk mitra, bukan untuk imbal jasa pribadi (kickback).
”Angka Rp48 miliar tersebut tidak pernah diinformasikan kepadanya selama proses penyidikan maupun saat diperiksa oleh BPKP,” katanya.
Lihat video: Update Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Jalani Sidang Pemeriksaan 8 Saksi
Selain soal harga, persidangan juga menyoroti istilah co-investment yang tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Perwakilan PT Acer, Rico Gunawan, meluruskan dana tersebut sebenarnya adalah marketing fund atau dana pemasaran yang merupakan praktik umum di industri teknologi.
Rico menjelaskan dana tersebut berasal dari berbagai prinsipal seperti Google, Intel, Microsoft, dan AMD, yang ditujukan murni untuk aktivitas pemasaran seperti iklan dan pelatihan untuk mitra, bukan untuk imbal jasa pribadi (kickback).
Lihat Juga :