Timur Tengah Memanas, Gus Yahya Sebut Indonesia Bisa Manfaatkan BoP untuk Upaya Perdamaian

Kamis, 05 Maret 2026 - 20:24 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf. Foto/Binti Mufarida
JAKARTA - Indonesia masih dapat memanfaatkan keanggotaannya dalam Board of Peace (BoP) atau Badan Perdamaian sebagai sarana untuk meredakan ketegangan yang meningkat di Timur Tengah. Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Gus Yahya menegaskan bahwa tidak ada pilihan lain selain menghentikan perang dan mendorong terciptanya perdamaian. "Kita ndak punya pilihan selain berjuang sekuat tenaga supaya damai, berhenti perang, berhenti, berhenti, berhenti perang, berhenti, damai sekarang. Tidak ada alternatif lain. Karena kalau ndak begitu tidak ada yang selamat. Tidak ada yang selamat. Kita harus berhenti, kekerasan ini harus kita hentikan segera dengan cara apa pun yang mungkin," tegas Gus Yahya sebelum menghadiri agenda buka puasa bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026).



Baca Juga: MUI Desak RI Mundur dari BoP usai AS-Israel Serang Iran, Gerindra: Semua Pandangan Disimak Presiden

Gus Yahya juga menyebut bahwa Nahdlatul Ulama turut menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban dalam konflik yang terjadi. Namun, menurutnya, yang lebih penting saat ini adalah upaya maksimal untuk menghentikan kekerasan dan mewujudkan perdamaian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!