Menlu Pastikan Tak Ada Operasi Militer Pasukan Perdamaian yang Dikirim ke Gaza
Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:57 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono memastikan keterlibatan Indonesia dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk Gaza tidak mencakup operasi militer maupun agenda demiliterisasi. Foto: Ist
WASHINGTON DC - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono memastikan keterlibatan Indonesia dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk Gaza tidak mencakup operasi militer maupun agenda demiliterisasi. Penugasan Indonesia sebagai Deputy Commander ISF tidak berkaitan dengan ada atau tidaknya hubungan diplomatik dengan Israel.
Menurut dia, mandat ISF semata-mata untuk menjaga perdamaian. “Karena ini bukan kaitannya dengan pengakuan atau ada tidaknya hubungan diplomatik. Ini adalah pasukan yang mendapatkan mandat untuk menjaga perdamaian terdiri dari berbagai unsur yang tugas intinya menjaga situasi,” ujar Sugiono di Washington DC pada Jumat (20/2/2026) waktu setempat.
Baca juga: Prabowo di Forum BoP Tegaskan Indonesia Siap Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza
Dalam petunjuk pelaksanaan dari mandat ISF, setiap negara yang berpartisipasi memiliki ruang untuk menyampaikan batasan atau national caveat. Indonesia telah menegaskan batasan tersebut secara jelas.
Menurut dia, mandat ISF semata-mata untuk menjaga perdamaian. “Karena ini bukan kaitannya dengan pengakuan atau ada tidaknya hubungan diplomatik. Ini adalah pasukan yang mendapatkan mandat untuk menjaga perdamaian terdiri dari berbagai unsur yang tugas intinya menjaga situasi,” ujar Sugiono di Washington DC pada Jumat (20/2/2026) waktu setempat.
Baca juga: Prabowo di Forum BoP Tegaskan Indonesia Siap Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza
Dalam petunjuk pelaksanaan dari mandat ISF, setiap negara yang berpartisipasi memiliki ruang untuk menyampaikan batasan atau national caveat. Indonesia telah menegaskan batasan tersebut secara jelas.
Lihat Juga :