Raih Golden Leader 2026, Wamenhaj Sentil Fenomena Konten Tanpa Isi
Selasa, 10 Februari 2026 - 22:23 WIB
Menurut dia, kondisi saat ini cukup memprihatinkan di mana kuantitas informasi tidak berbanding lurus dengan kualitasnya. “Saat ini ramai konten tapi tak berkonten. Artinya, banyak konten yang tidak berisi dan tidak memiliki nilai (value). Yang dibutuhkan dari jurnalis hari ini adalah konten yang sesungguhnya,” tegas Dahnil, Minggu (8/2/2026).
Kritik ini disampaikannya sebagai bentuk kepedulian agar pers tidak terjebak dalam arus dangkal informasi yang tidak mendidik publik.
Dahnil mengungkapkan kekhawatirannya terhadap nasib kalangan intelektual yang mulai "terkubur" akibat ekosistem media yang kurang mendukung. Tradisi menulis mendalam dan jurnalisme berkualitas dinilai perlu dipulihkan agar nalar ilmiah kembali mendapat tempat terhormat di ruang publik.
Dia berharap JMSI dapat menjadi pelopor dalam menempatkan intelektual organik baik dari kalangan pejabat politik, pejabat negara, maupun akademisi sebagai sumber rujukan utama informasi, bukan sekadar narasumber yang sensasional.
Ajakan ini dipertegas dengan permintaan khusus kepada para jurnalis yang hadir. “Teman jurnalis, mulailah berhenti untuk mengangkat mereka yang tidak memberikan tempat pada nalar ilmiah dan intelektualisme,” harapnya.
Kritik ini disampaikannya sebagai bentuk kepedulian agar pers tidak terjebak dalam arus dangkal informasi yang tidak mendidik publik.
Dahnil mengungkapkan kekhawatirannya terhadap nasib kalangan intelektual yang mulai "terkubur" akibat ekosistem media yang kurang mendukung. Tradisi menulis mendalam dan jurnalisme berkualitas dinilai perlu dipulihkan agar nalar ilmiah kembali mendapat tempat terhormat di ruang publik.
Dia berharap JMSI dapat menjadi pelopor dalam menempatkan intelektual organik baik dari kalangan pejabat politik, pejabat negara, maupun akademisi sebagai sumber rujukan utama informasi, bukan sekadar narasumber yang sensasional.
Ajakan ini dipertegas dengan permintaan khusus kepada para jurnalis yang hadir. “Teman jurnalis, mulailah berhenti untuk mengangkat mereka yang tidak memberikan tempat pada nalar ilmiah dan intelektualisme,” harapnya.
Lihat Juga :