Gelar IMW 2026, Ketua PP Fatayat NU: Perempuan Muslim Harus Jadi Arsitek Perubahan
Sabtu, 07 Februari 2026 - 20:59 WIB
Menurut Aliyatul Maimunah, kekuatan intelektual menjadikan perempuan mampu membaca zaman dan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kekuatan spiritual-moral menjaga nilai dan akhlak di tengah derasnya arus informasi. Sedangkan solidaritas dan kepemimpinan sosial menjadikan perempuan mampu mengorganisasi kebaikan untuk kemaslahatan bersama.
“Ketika perempuan berdaya, keluarga akan kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat kokoh. Ketika masyarakat kokoh, bangsa akan maju,” tegasnya.
Aliyatul Maimunah juga menekankan Fatayat NU sejak awal berdiri memang memposisikan perempuan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek.
“Fatayat NU ingin memastikan perempuan memiliki ruang, akses, dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pendidikan, dakwah, ekonomi, sosial, hingga kepemimpinan,” lanjutnya.
Menurut Aliyatul Maimunah, ajang IMW bukan sekadar penghargaan simbolik, melainkan panggung keteladanan yang diharapkan menular dan menginspirasi perempuan lain di seluruh Indonesia.
“Apa yang kita saksikan hari ini adalah bukti bahwa perempuan Muslim mampu hadir di garis depan perubahan dengan tetap membawa nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan semangat kebangsaan,” imbuhnya.
Dewan Pembina PP Fatayat NU Anggia Ermarini menyebut IMW sebagai wujud keberpihakan Fatayat terhadap kemajuan perempuan muslim. Penerima penghargaan Alissa Qotrunnada Wahid mengajak perempuan Fatayat menyadari tanggung jawab peradaban dunia yang kini berada di pundak perempuan Indonesia.
Berikut ini penerima penghargaan Inspiring Moslem Women 2026:
Lihat Juga :