Nadiem Heran Pertemuan dengan Google Dianggap Bermufakat Jahat

Selasa, 27 Januari 2026 - 06:46 WIB
Mendikbudristek Nadiem Makarim mengaku heran pertemuannya dengan Google dianggap bermufakat jahat. Foto/SindoNews/aldhi chandra setiawan
JAKARTA - Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim mengaku heran pertemuannya dengan Google dianggap bermufakat jahat. Nadiem menjelaskan pertemuan dengan Google selalu tercatat secara formal.

"Ini lucu sekali bahwa pertemuan dengan Google yang terbuka dicatat secara formal dengan berbagai pihak-pihak itu dibilang seolah-olah seperti ada pertemuan atau mufakat yang jahat padahal itu transparan dan terbuka," ujar Nadiem kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).



Nadiem mengaku heran jaksa selalu membuat narasi di mana pertemuannya dengan Google pada 2020 untuk bermufakat jahat. Padahal menurut Nadiem, Kemendikbudristek juga menggelar pertemuan dengan Microsoft dan Apple di tahun yang sama.

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Laptop Chromebook, Saksi Akui Terima Uang USD7 Ribu

"Tapi yang gak pernah dilaporkan, saya bertemu dengan Google mungkin 2-3 kali di 2020, tebak berapa kali saya ketemu Microsoft? 4 kali, saya ketemu 4 kali dengan yang membuat Windows, kompetitor mereka. Saya juga ketemu dengan Apple 2 kali di tahun yang sama," tegas Nadiem.

Dengan demikian, Nadiem menganggap ada suatu narasi yang dibuat agar dirinya terlihat salah terkait pertemuan dengan Google. Ia menegaskan dirinya lebih sering bertemu Microsoft ketimbang Google.

"Jadinya ini adalah suatu narasi yang seolah-olah saya bertemu itu sesuatu hal yang jahat padahal saya lebih banyak ketemu Microsoft daripada Google," ungkap Nadiem.

Lihat video: Debat Panas Pengacara Nadiem Makarim dan Jaksa Gegara Kamera



Sebagai informasi, Nadiem didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp2,1 triliun dalam pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun 2020-2022.

Angka ini berasal dari Rp1,5 triliun (Rp 1.567.888.662.716,74) yakni angka kemahalan harga Chromebook.

Kemudian melakukan kerugian keuangan negara pada CDM, yang dinilai tidak diperlukan dan tidak bermanfaat yang mencapai USD44.054.426 atau setara Rp621 miliar berdasarkan kurs terendah periode Agustus 2020-Desember 2022

Selain itu, Nadiem juga didakwa menguntungkan diri sendiri dan pihak lain. Total 25 pihak diperkaya termasuk Nadiem yang mendapatkan keuntungan sebesar Rp809 miliar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!