Indonesia Didorong Aktif dalam Diplomasi Pencegahan Perang Dunia III
Selasa, 20 Januari 2026 - 14:08 WIB
Menanggapi pertanyaan apakah Indonesia sebaiknya aktif atau pasif dalam konflik global, Umam menegaskan bahwa pasif bukan pilihan. Sikap pasif justru akan menjadikan Indonesia sebagai objek guncangan global, mulai dari energi, arus modal keluar, hingga turbulensi perdagangan internasional.
Namun, keaktifan Indonesia harus tepat. "Bukan aktif ikut blok, melainkan aktif dalam diplomasi pencegahan. Peran paling realistis bagi Indonesia sebagai middle power adalah mendorong komunikasi, mengurangi salah persepsi, dan membuka ruang de-eskalasi," katanya.
Ia menambahkan, modal utama Indonesia terletak pada reputasi historisnya sebagai negara non-blok yang moderat dan relatif dipercaya berbagai pihak. Melalui forum seperti ASEAN, OKI/OIC, dan PBB, Indonesia dapat memainkan peran sebagai bridge-builder dan honest broker, setidaknya dalam isu kemanusiaan dan pencegahan eskalasi lebih lanjut.
"Indonesia mungkin tidak bisa menghentikan perang besar sendirian. Tetapi Indonesia bisa ikut mempersempit peluang terjadinya perang," tegas Umam.
Umam menekankan, politik luar negeri bebas aktif bukan berarti netral dan diam. "Bebas aktif adalah strategi untuk tetap berdaulat di dunia yang makin berbahaya, dengan aktif menjaga perdamaian, sambil memperkuat ketahanan nasional agar Indonesia tidak terseret arus konflik global yang semakin liar," pungkasnya.
Namun, keaktifan Indonesia harus tepat. "Bukan aktif ikut blok, melainkan aktif dalam diplomasi pencegahan. Peran paling realistis bagi Indonesia sebagai middle power adalah mendorong komunikasi, mengurangi salah persepsi, dan membuka ruang de-eskalasi," katanya.
Ia menambahkan, modal utama Indonesia terletak pada reputasi historisnya sebagai negara non-blok yang moderat dan relatif dipercaya berbagai pihak. Melalui forum seperti ASEAN, OKI/OIC, dan PBB, Indonesia dapat memainkan peran sebagai bridge-builder dan honest broker, setidaknya dalam isu kemanusiaan dan pencegahan eskalasi lebih lanjut.
"Indonesia mungkin tidak bisa menghentikan perang besar sendirian. Tetapi Indonesia bisa ikut mempersempit peluang terjadinya perang," tegas Umam.
Umam menekankan, politik luar negeri bebas aktif bukan berarti netral dan diam. "Bebas aktif adalah strategi untuk tetap berdaulat di dunia yang makin berbahaya, dengan aktif menjaga perdamaian, sambil memperkuat ketahanan nasional agar Indonesia tidak terseret arus konflik global yang semakin liar," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :