MBG Selama Ramadan Penting untuk Pemenuhan Nutrisi dan Perputaran Roda Ekonomi Mikro
Jum'at, 16 Januari 2026 - 19:01 WIB
Kehadiran MBG selama Ramadan mendatang tidak semata-mata tentang pemberian makanan, tetapi juga menjadi sarana edukasi nutrisi yang penting dalam membantu anak memahami pilihan makanan yang tepat saat berpuasa. Foto: Dok Sindonews
JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang direncanakan tetap berjalan selama Ramadan 2026 mendatang menjadi polemik di masyarakat. Sebagian publik beropini bahwa pelaksanaan MBG di bulan puasa dinilai tidak efektif dan kurang relevan dengan jam aktivitas belajar mengajar.
Dalam perspektif kesehatan masyarakat, perdebatan tersebut kerap berangkat dari anggapan bahwa MBG hanyalah program sekolah yang sepenuhnya bergantung pada kalender akademik. Padahal, intervensi gizi tidak bersifat musiman dan tidak berhenti pada situasi tertentu, termasuk selama Ramadan.
Baca juga: Presiden Prabowo Klaim Program MBG 99,99% Berhasil
Keberlanjutan distribusi MBG justru mencerminkan peran program ini sebagai upaya negara dalam menjaga pemenuhan gizi harian kelompok penerima manfaat, terlepas dari konteks waktu dan pola aktivitas.
Pandangan tersebut sejalan dengan penilaian dr Muhammad Fajri Adda’i, dokter medis sekaligus edukator kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Menurut dia, kehadiran MBG selama Ramadan tidak semata-mata tentang pemberian makanan, tetapi juga menjadi sarana edukasi nutrisi yang penting, terutama dalam membantu anak memahami pilihan makanan yang tepat saat berpuasa.
Dalam perspektif kesehatan masyarakat, perdebatan tersebut kerap berangkat dari anggapan bahwa MBG hanyalah program sekolah yang sepenuhnya bergantung pada kalender akademik. Padahal, intervensi gizi tidak bersifat musiman dan tidak berhenti pada situasi tertentu, termasuk selama Ramadan.
Baca juga: Presiden Prabowo Klaim Program MBG 99,99% Berhasil
Keberlanjutan distribusi MBG justru mencerminkan peran program ini sebagai upaya negara dalam menjaga pemenuhan gizi harian kelompok penerima manfaat, terlepas dari konteks waktu dan pola aktivitas.
Pandangan tersebut sejalan dengan penilaian dr Muhammad Fajri Adda’i, dokter medis sekaligus edukator kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Menurut dia, kehadiran MBG selama Ramadan tidak semata-mata tentang pemberian makanan, tetapi juga menjadi sarana edukasi nutrisi yang penting, terutama dalam membantu anak memahami pilihan makanan yang tepat saat berpuasa.
Lihat Juga :