Terlalu Banyak Bicara, Ahok Bikin Citra Negatif Pertamina

Rabu, 16 September 2020 - 16:48 WIB
Bahkan, Andre menambahkan, untuk menambah cadangan, sepanjang 2019 Pertamina melakukan studi seismik di 35 cekungan dengan panjang 31.114 km. Studi ini merupakan studi seismik terpanjang di Asia Tenggara dalam waktu 10 tahun terakhir. Hasil studi seismik sampai menjadi produksi memerlukan waktu paling cepat 7 tahun. Oleh sebab itu, untuk menambah produksi dan cadangan hulu migas saat ini diperlukan akuisisi blok hulu migas yang sudah berproduksi, sehingga bisa langsung menambah cadangan dan produksi migas Pertamina.

"Akuisisi yang dilakukan oleh Pertamina didalam negeri dilakukan pada blok-blok yang sudah habis kontrak PSC-nya. Sedangkan akuisisi di luar negeri dilakukan pada blok-blok yang sudah berproduksi dan memiliki cadangan yang besar," kata Andre.

Kemudian, lanjut dia, Ahok juga mengatakan bahwa Pertamina tidak pernah melakukan pembangunan kilang. Menurut Andre, pernyataan ini tidak benar dan tanpa data. Pada 2019, Pertamina membangun beberapa kilang. (Baca juga: Ahok Mengaku Tanam Orang KPK di Pertamina, Ini Dia Profilnya )

"Selama menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina, sudah berapa kali sih Pak Ahok melakukan kunjungan ke kilang-kilang Pertamina?," katanya.

"Setahu saya Pertamina telah membangun Kilang Langit Biru Cilacap Tahun 2015-2019. Selain itu, ada Kilang RDMP Balikpapan sudah mulai dibangun sejak April 2019 dan akan selesai pada tahun 2023. Juga ada Kilang Petrokimia di TPPI (revamping Aromatic) yang sudah mulai dibangun sejak tahun 2019, dan akan selesai di tahun 2022," ungkap Ketua DPD Gerindra Sumbar itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!